Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Larang Study Tour Jadi Ajang Eksploitasi Siswa untuk Peningkatan Wisata

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menolak praktik menjadikan siswa sebagai objek peningkatan wisata melalui study tour, sebut hal itu tidak bermoral dan tak akademis.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi study tour tak boleh eksploitasi siswa demi peningkatan kunjungan pariwisata
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@dedimulyadi71

MPN Indonesia 27 Juli 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan penolakannya terhadap praktik menjadikan siswa sekolah sebagai objek untuk meningkatkan kunjungan wisata melalui kegiatan study tour.

Pernyataan ini disampaikan Dedi menyusul keresahan sejumlah bupati dan wali kota yang wilayahnya menjadi tujuan wisata study tour, yang dinilai mendorong kebijakan sekolah agar kembali memberlakukan kegiatan tersebut.

“Menjadikan anak sekolah sebagai objek peningkatan kunjungan pariwisata adalah perbuatan yang tidak memiliki landasan berpikir akademis dan moral,” tegas Dedi Mulyadi dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari Instagram resmi @dedimulyadi71, Sabtu (26/7).

Soroti Eksploitasi Siswa di Lingkungan Sekolah

Selain study tour, Dedi Mulyadi juga menyoroti praktik lain yang dinilainya mengeksploitasi siswa, seperti jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS), buku, hingga pakaian seragam.

Menurutnya, semua praktik itu menjadikan siswa sebagai objek material demi keuntungan ekonomi.

“Karena sudah menjadikan mereka sebagai barang material dan menjadi bagian dari eksploitasi untuk mendapat keuntungan,” ujarnya.

Solusi Alternatif Peningkatan Wisata

Sebagai solusi, Dedi mengusulkan pendekatan berbasis pembenahan tata kelola daerah daripada melibatkan siswa dalam kegiatan ekonomi wisata.

Ia menyebut sejumlah langkah yang bisa dilakukan pemerintah daerah, antara lain:

  • Kebersihan kota/kabupaten: Menjaga kebersihan agar lebih menarik wisatawan.
  • Penataan estetika: Menata bangunan kota dan membersihkan sungai.
  • Pemeliharaan bangunan heritage: Melestarikan bangunan bersejarah dengan baik.
  • Penghapusan pungutan liar: Menghilangkan parkir ilegal, calo tiket, dan pungutan lainnya.
  • Penataan pedagang: Menyediakan barang berkualitas dengan harga wajar.
  • Pengembangan pemandu wisata: Meningkatkan kompetensi pemandu untuk memberi pengalaman positif.
  • Keamanan wisata: Memastikan objek wisata aman bagi pengunjung.
  • Pembangunan infrastruktur: Memperbaiki akses jalan untuk mengurangi kemacetan.
Baca Juga:  Polisi Imbau Masyarakat Tak Live di Media Sosial saat Ikut Aksi Demo Hari Ini

“Kalau seluruhnya dikembangkan oleh kita semua oleh gubernur, oleh bupati, wali kota, jangan khawatir wisatawan akan datang berbondong-bondong, karena mereka merasa nyaman,” jelas Dedi Mulyadi.

Fokus Pendidikan yang Bebas Eksploitasi

Dedi menekankan bahwa kebijakan pendidikan seharusnya bebas dari nilai komersial yang merugikan peserta didik.

Tujuan pendidikan harus murni untuk membangun karakter dan kualitas akademik siswa, bukan sebagai alat meningkatkan pendapatan ekonomi melalui kegiatan wisata.

(AKM/NID/RAD)

Trending