Teknologi
Drone Elang Hitam RI Sukses Terbang di Ketinggian 20 Ribu Kaki, Ini Spesifikasinya
Pesawat nirawak Elang Hitam berhasil selesaikan uji terbang pada ketinggian maksimal 20 ribu kaki selama 24 jam nonstop.
MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Pesawat tanpa awak Elang Hitam (Black Eagle) buatan Indonesia berhasil menyelesaikan uji terbang pada ketinggian maksimal 20 ribu kaki selama 24 jam nonstop di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Senin (28/7).
Uji coba ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan sistem pertahanan nasional berbasis teknologi dan inovasi global.
Drone Elang Hitam merupakan jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) yang dirancang oleh konsorsium nasional, dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai integrator utama.
Dalam laman resminya, Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PTDI, Mohammad Arif Faisal menyebut bahwa keberhasilan ini menunjukkan penguasaan teknologi desain sistem, kendali terbang otomatis, dan komunikasi jarak jauh yang sesuai standar internasional.
“Uji terbang ini adalah bukti bahwa Indonesia menguasai teknologi kunci dalam pengembangan drone MALE. Termasuk dalam hal desain sistem, kendali terbang otomatis, hingga komunikasi jarak jauh,” ujar Arif Faisal dikutip MPN Indonesia, Rabu (30/7).
Selama sesi uji coba, Elang Hitam didampingi oleh pesawat Kodiak milik PTDI untuk evaluasi daya jelajah dan stabilitas kendali otomatis. Hasil uji coba dinilai berhasil dan membuka jalan menuju produksi massal dan operasional penuh dalam waktu dekat.
“Ke depan, kami berharap Elang Hitam bisa memenuhi kebutuhan pengintaian dan intelijen TNI, sekaligus menjadi produk ekspor unggulan Indonesia,” kata Arif.
Spesifikasi Elang Hitam, Kecepatan Maks Capai 235 km/jam!
Drone Elang Hitam dirancang dengan kemampuan untuk misi pengawasan dan pertahanan strategis. Spesifikasi teknis utamanya meliputi:
- Panjang: 8,3 meter
- Tinggi: 1,02 meter
- Bentang sayap: 16 meter
- Berat kosong: 575 kg
- Kapasitas muatan: hingga 300 kg
- Berat bahan bakar: 420 kg
- Berat maksimum lepas landas: 1.115 kg
Drone ini ditenagai oleh mesin Rotax 915 iS dengan kekuatan 110–150 horsepower, konfigurasi empat silinder, turbocharged, dan baling-baling tipe pusher.
Kecepatan maksimum mencapai 235 km/jam, dan kecepatan jelajah sekitar 225 km/jam dan kemampuan menjelajah pada ketinggian 3.000–5.000 meter, dengan batas maksimum hingga 7.200 meter.
Tanpa Kendali Langsung, Elang Hitam Disiapkan untuk Berbagai Misi
Elang Hitam dirancang dengan sistem otomatis yang memungkinkan pengoperasian tanpa kendali langsung. Fitur operasionalnya meliputi:
- Daya tahan terbang: 24–30 jam nonstop
- Radius operasi: 250 km
- Landasan pacu untuk lepas landas: 700 meter
- Landasan pacu untuk pendaratan: 500 meter
- Sistem kendali: otomatis, berbasis satelit Beyond Line of Sight (BLOS)
- Modularitas muatan: mendukung kamera, radar, dan misil udara-ke-permukaan
Drone ini dipersiapkan untuk berbagai misi, seperti pengawasan wilayah perbatasan, pengintaian medan musuh, hingga misi kemanusiaan seperti pemantauan bencana alam dan pencarian korban di area sulit dijangkau.
Sejarah dan Pengembangan Proyek Elang Hitam
Pengembangan Elang Hitam dimulai sejak 2015 melalui kolaborasi antara beberapa institusi strategis, di antaranya ialah:
- PT Dirgantara Indonesia (PTDI)
- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) – kini tergabung dalam BRIN
- Kementerian Pertahanan RI
- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU)
- PT Len Industri (Persero)
- Institut Teknologi Bandung (ITB)
Proyek ini sempat tertunda akibat kegagalan uji terbang pada 2021. Kemudian antara tahun 2020–2023, fokus pengembangan dialihkan ke sektor sipil oleh BRIN karena kendala teknis dan anggaran.
Kelanjutan proyek kemudian kembali diputuskan dalam Rapat Pleno KKIP pada Oktober 2024, yang menetapkan pengembangan untuk kebutuhan militer dengan PTDI sebagai pemimpin integrasi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
