Connect with us

Teknologi

CEO Intel Tulis Pesan Haru usai Diminta Trump Mundur: Saya Mencintai Negara Ini

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta CEO Intel, Lip-Bu Tan, untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Logompn

Published

on

Ceo intel tulis pesan haru usai diminta trump mundur saya mencintai negara ini
CEO Intel, Lip-Bu Tan | Gambar: Intel Newsroom

MPN Indonesia 9 Agustus 2025 - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta CEO Intel, Lip-Bu Tan, untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Permintaan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Kamis (7/8) waktu AS.

“CEO Intel sangatlah konflik dan harus segera mengundurkan diri. Tidak ada solusi lain untuk masalah ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” tulis Trump.

Alasan Trump Minta Lip-Bu Tan Mundur

Berdasarkan laporan Tech Crunch, desakan ini muncul setelah Senator Partai Republik Tom Cotton mengirimkan surat kepada dewan direksi Intel terkait hubungan Tan dengan perusahaan-perusahaan di China.

Sebelum menjabat CEO Intel, Tan pernah memimpin Cadence Design System.

Perusahaan tersebut, antara Maret 2012 hingga Desember 2024, diketahui menanamkan investasi senilai USD 200 juta atau sekitar Rp3,2 triliun ke sektor manufaktur dan chip canggih di China.

Beberapa perusahaan yang diinvestasikan juga memiliki hubungan dengan militer China.

Oleh sebab itu, Trump mengkhawatirkan hubungan Tan dengan perusahaan asal China.

Tanggapan Lip-Bu Tan

Menanggapi hal ini, Lip-Bu Tan mengeluarkan pernyataan resmi melalui laman Intel Newsroom.

Ia menegaskan bahwa AS telah menjadi rumahnya selama lebih dari 40 tahun dan menyatakan kecintaannya pada negara tersebut serta pada Intel.

“Saya mencintai negara ini dan sangat bersyukur atas semua kesempatan yang diberikan kepada saya. Saya juga mencintai perusahaan ini. Memimpin intel pada momen kritis ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi kemewahan,” tulis Tan dalam pernyataannya, dikutip MPN Indonesia dari Intel Newsroom pada Sabtu (9/8).

Tan juga menegaskan bahwa ia selalu beroperasi dengan standar etika dan legal yang tinggi, serta akan terus berkoordinasi dengan pemerintahan Trump untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca Juga:  Trump Resmi Hajar RI dengan Tarif 32%, Suratnya Sudah Dikirim ke Prabowo

Tan juga meluruskan sejumlah asumsi terkait perannya di Walden International dan Cadence Design System.

Menurutnya, selama lebih dari empat dekade di industri chip, ia telah membangun koneksi global pada ekosistem yang beragam.

Kondisi Perusahaan Intel

Lip-Bu Tan diangkat menjadi CEO Intel pada Maret 2025 menggantikan Pat Gelsinger yang dicopot pada akhir 2024 akibat kegagalan mencapai target pengembangan manufaktur dan teknologi AI.

Sejak menjabat, Tan berfokus pada langkah efisiensi seperti pemutusan hubungan kerja ribuan karyawan, pembatalan rencana pembangunan pabrik baru, dan penjualan anak perusahaan non-inti.

Intel merupakan salah satu perusahaan teknologi besar di Silicon Valley yang bergerak di bidang manufaktur chip.

Perusahaan ini menjadi bagian dari Undang-Undang CHIPS yang dicanangkan pemerintah AS untuk meningkatkan produksi semikonduktor domestik.

Intel berkomitmen menggelontorkan sekitar USD 8 miliar untuk pembangunan pabrik manufaktur dan pengemasan di Arizona, New Mexico, Ohio, dan Oregon.

(AKM/NID/RAD)

Trending