Connect with us

Teknologi

OpenAI Rilis GPT-5, Level Kepintarannya Setara dengan Gelar Doktor!

OpenAI merilis model bahasa besar (LLM) generasi terbaru, GPT-5. Model ini menjadi penerus GPT-4 yang diluncurkan tahun lalu.

Logompn

Published

on

Openai rilis gpt 5, level kepintarannya setara dengan gelar doktor!
OpenAI Rilis GPT-5, Level Kepintarannya Setara dengan Gelar Doktor! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Agustus 2025 - OpenAI merilis model bahasa besar (Large Language Model/LLM) generasi terbaru, GPT-5. Model ini menjadi penerus GPT-4 yang diluncurkan tahun lalu.

GPT-5 diklaim memiliki kemampuan jauh lebih cerdas, bahkan setara pakar berlevel PhD, gelar setingkat doktor atau S3.

Peluncuran dilakukan secara daring oleh CEO OpenAI, Sam Altman, bersama jajaran pimpinan perusahaan.

Dalam sesi press briefing, Altman menyebut GPT-5 sebagai “peningkatan besar” menuju pengembangan kecerdasan buatan umum (Artificial General Intelligence/AGI) yang kemampuannya dapat menyaingi manusia.

“GPT-5 adalah peningkatan besar atas GPT-4. Ini pertama kalinya model utama kami terasa seperti Anda bisa bertanya apa pun kepada seorang pakar tingkat PhD,” ujar Altman, Kamis (7/8).

Diklaim Minim Memberikan Jawaban Keliru

Model ini diklaim lebih cepat, lebih jujur, serta lebih minim risiko memberikan jawaban keliru (hallucination) dibanding pendahulunya.

Head of ChatGPT di OpenAI, Nick Turley, menyebut GPT-5 memimpin evaluasi akademik di bidang matematika, sains, dan pemrograman, serta memberikan jawaban lebih akurat dalam waktu lebih singkat.

“GPT-5 tetap mampu melakukan penalaran mendalam, tetapi dalam waktu lebih singkat. Pengalaman akhirnya terasa jauh lebih gesit,” kata Turley.

Fitur Peningkatan GPT-5

Menurut OpenAI, GPT-5 memiliki sejumlah peningkatan signifikan, di antaranya:

  • Penalaran dan kecepatan – Memberikan jawaban lebih cepat tanpa mengurangi kedalaman analisis.
  • Akurasi tinggi – Mengurangi risiko hallucination dan perilaku deception (mengaku melakukan sesuatu padahal tidak).
  • Kemampuan multitugas – Dapat menjalankan tugas kompleks, memanggil API, dan menggunakan alat eksternal.
  • Peningkatan penulisan – Menghasilkan teks lebih alami dengan gaya bahasa yang lebih baik.
  • Kemampuan coding – Mampu membuat perangkat lunak berkualitas tinggi, termasuk backend, frontend, hingga desain antarmuka.
  • Fitur lengkap – Tetap mendukung pencarian, pembuatan gambar, unggah file, analisis data, dan instruksi kustom.
Baca Juga:  Wamenkomdigi: AI Tidak Bisa Gantikan Empati dan Pikiran Manusia

Head of Platform OpenAI, Olivier Godement menjelaskan bahwa GPT-5 mampu mengenali keterbatasannya.

Jika data tidak lengkap, model akan meminta pengguna melengkapinya alih-alih menebak.

Pendekatan Safe Completions

Safety Research Lead OpenAI, Alex Beutel, mengungkapkan GPT-5 menggunakan pendekatan baru bernama safe completions untuk menangani pertanyaan sensitif atau berpotensi disalahgunakan.

Misalnya, saat ditanya tentang bahan peledak, model hanya akan memberi penjelasan umum tanpa detail teknis yang berbahaya.

Beutel menambahkan, GPT-5 dilatih untuk lebih transparan, berhati-hati, dan bertanggung jawab dalam menjawab, termasuk di sektor kritis seperti kesehatan.

Pengujian dengan HealthBench menunjukkan GPT-5 mencetak skor lebih tinggi dibanding semua model sebelumnya.

Varian GPT-5

OpenAI menyediakan beberapa varian GPT-5, yaitu:

  • GPT-5 Standar – Model penalaran penuh untuk tugas umum berkualitas tinggi.
  • GPT-5 Pro – Memiliki kemampuan penalaran lanjutan dan pemrosesan paralel untuk riset dan kebutuhan perusahaan.
  • GPT-5 Mini – Versi lebih kecil dan cepat, digunakan saat beban server tinggi atau tugas sederhana.
  • GPT-5 Nano – Varian paling ringan untuk aplikasi dengan kebutuhan biaya rendah atau latensi rendah.

(AKM/NID/RAD)

Trending