Connect with us

Internasional

Geng Kriminal Perbudak Ratusan Wanita untuk Diambil Sel Telurnya di Georgia

Jaringan kriminal asal China terungkap memperbudak ratusan wanita di Georgia, memaksa mereka menyerahkan sel telurnya.

habigates

Published

on

Geng Kriminal Perbudak 100 Wanita Untuk Diambil Sel Telurnya Di Georgia
Geng Kriminal Perbudak 100 Wanita untuk Diambil Sel Telurnya di Georgia. Gambar: Dok. Thai PBS World

MPN Indonesia 12 Februari 2025 - Sebuah jaringan hukum dan kriminal yang dioperasikan oleh gangster China terungkap telah memperbudak ratusan wanita di Georgia dengan memaksa mereka menyerahkan sel telurnya.

Kasus kriminal ini menarik perhatian internasional setelah tiga wanita asal Thailand berhasil diselamatkan dari kelompok yang dijuluki “mafia telur.”

Modus Operandi Perdagangan Manusia

Para korban awalnya tergiur dengan tawaran pekerjaan yang diiklankan di media sosial, yang menjanjikan penghasilan tinggi sebagai ibu pengganti bagi pasangan yang tidak dapat memiliki anak.

Namun, setelah tiba di Georgia, mereka dipaksa menjalani prosedur pengambilan sel telur secara berkala.

Sindikat ini merekrut para wanita melalui iklan di Facebook yang menjanjikan gaji antara 11.500 hingga 17.000 euro.

Mereka juga mengurus seluruh dokumen perjalanan korban, termasuk paspor dan visa.

Sesampainya di Georgia, para korban dibawa ke rumah-rumah besar yang dihuni puluhan wanita lain.

Seorang korban mengungkapkan bahwa dirinya dan wanita lain dipaksa menerima suntikan hormon untuk merangsang produksi sel telur.

Setiap bulan, mereka dibius dan sel telur mereka diambil menggunakan mesin.

“Setelah kami mendapatkan informasi ini dan ternyata tidak sama dengan iklannya, kami menjadi takut dan mencoba menghubungi orang-orang di rumah,” ujar salah satu korban yang identitasnya dirahasiakan.

Perdagangan Sel Telur dan Reaksi Publik

Menurut Pavena Hongsakula, pendiri Pavena Foundation for Children and Women yang berbasis di Thailand, sel telur yang dikumpulkan dari para korban diduga dijual di pasar gelap dan diperdagangkan ke berbagai negara untuk keperluan fertilisasi in-vitro (IVF).

Kejadian ini memicu reaksi keras dari publik. Banyak pengguna media sosial menuntut adanya regulasi ketat terhadap industri reproduksi.

Baca Juga:  Pelajar SMP yang Lempar Bom Molotov di Sekolah Tergabung dalam True Crime Community

“Harus ada pemeriksaan latar belakang yang ketat tentang asal sel telur donor,” tulis salah satu pengguna.

Sementara itu, yang lain menyoroti sisi gelap praktik ibu pengganti dan dampaknya terhadap perempuan yang menjadi korban.

Penyelidikan dan Tindakan Hukum

Kementerian Dalam Negeri Georgia mengonfirmasi bahwa mereka telah memulangkan tiga wanita Thailand yang sebelumnya dilaporkan bekerja sebagai ibu pengganti.

Saat ini, otoritas setempat telah memeriksa empat warga negara asing yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Sementara itu, kepolisian Thailand juga melakukan penyelidikan terhadap jaringan perdagangan orang ini.

Surapan Thaiprasert, komandan Divisi Urusan Luar Negeri Kepolisian Kerajaan Thailand, menyatakan bahwa mereka akan terus mengusut kasus ini guna mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab.

Yayasan Pavena Hongsakula memperkirakan masih ada ratusan wanita yang menjadi korban perbudakan dalam jaringan ini dan belum dapat diselamatkan.

"מחבר תוכן מרתק בכל הפלטפורמות, יוצר יצירות ייחודיות, מותאמות SEO ואנושיות שמעניקות השראה, מידע וחיבור."

Trending