Connect with us

Berita

Cegah Korupsi, Pemprov Jawa Barat Luncurkan Aplikasi Jaga Desa

Wali Kota Cimahi menandatangani naskah kerja sama dan komitmen peluncuran platform aplikasi Jaga Desa yang digagas Pemprov Jawa Barat.

Logompn

Published

on

Cegah korupsi, pemprov jawa barat luncurkan aplikasi jaga desa
Cegah Korupsi, Pemprov Jawa Barat Luncurkan Aplikasi Jaga Desa | Gambar: cimahikota.go.id

MPN Indonesia 11 Agustus 2025 - Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menandatangani naskah kerja sama dan komitmen peluncuran platform aplikasi Jaga Desa yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pada Selasa (29/7).

Penandatanganan ini dilakukan bersama para kepala daerah serta kepala Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Aplikasi Jaga Desa merupakan sistem berbasis digital untuk monitoring dan pengelolaan dana pembangunan desa. Program ini bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mempercepat pembangunan di tingkat desa.

“Ini adalah upaya konkret untuk menciptakan desa yang lebih mandiri, transparan, dan berdaya saing,” jelas Ngatiyana dikutip MPN Indonesian dari laman resmi Pemerintah Kota Cimahi, Senin (11/8).

Tujuan dan Fungsi Aplikasi

Pemprov Jawa Barat menyatakan bahwa teknologi ini diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah desa dan masyarakat, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung dan transparan.

Dalam laman resminya, dijelaskan bahwa Jaga Desa dirancang untuk:

  • Memantau dana desa secara real-time
  • Mengelola program pembangunan dengan lebih efektif
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran
  • Memungkinkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan

Dengan begitu, masyarakat bisa ikut memantau jalannya program pembangunan sambil memastikan bahwa kebijakan yang dijalankan memberi manfaat nyata bagi mereka.

Jaga Desa: Sinergi Administrasi dan Pelestarian Budaya

Masih dalam acara yang sama, Wali Kota Cimahi menekankan peran penting kepala desa, bukan hanya dalam aspek pemerintahan, tetapi juga dalam pelestarian budaya lokal.

“Mari kita kembalikan kembali kepala desa wibawanya bukan hanya sebagai kepala pemerintahan tetapi juga kepala budaya,” tegas Ngatiyana.

Pernyataan tersebut selaras dengan semangat aplikasi Jaga Desa yang tidak hanya mengedepankan aspek administrasi, tetapi juga menghargai nilai-nilai lokal.

Baca Juga:  Pemprov Jakarta Berencana Bangun Underpass dan Flyover untuk Atasi Macet TB Simatupang

Pemprov Jawa Barat berharap inovasi Jaga Desa dapat diadopsi secara luas oleh pemerintah kabupaten dan kota lainnya, termasuk di Kota Cimahi untuk mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing tinggi.

(AKM/NID/RAD)

Trending