Connect with us

Internasional

India Kirim 20 Ribu Pekerja ke Israel untuk Gantikan Warga Gaza

Pemerintah India telah mengirim lebih dari 20.000 pekerja ke Israel sejak November 2023 hingga Juli 2025 untuk menggantikan tenaga kerja Palestina akibat konflik di Gaza.

Logompn

Published

on

India kirim 20 ribu pekerja ke israel untuk gantikan warga gaza
India Kirim 20 Ribu Pekerja ke Israel untuk Gantikan Warga Gaza | Gambar: The Hindu

MPN Indonesia 17 Agustus 2025 - Pemerintah India telah mengirim lebih dari 20.000 pekerja ke Israel sejak November 2023 hingga Juli 2025 untuk menggantikan tenaga kerja Palestina yang kehilangan izin kerja akibat konflik di Gaza.

Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari kerja sama bilateral antara kedua negara yang ditandatangani pada November 2023 menyusul kekurangan tenaga kerja di Israel setelah lebih dari 70.000 warga Palestina dicabut izin kerjanya.

Meski India disebut sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, ketimpangan pendapatan masih menjadi persoalan serius.

Studi World Inequality Lab tahun 2024 mengungkapkan bahwa ketimpangan di India termasuk yang tertinggi secara global. Hal ini mengakibatkan terbatasnya lapangan kerja penuh waktu dan memicu animo besar warga untuk bekerja di luar negeri.

20.174 Pekerja Telah Tiba di Israel

India dan Israel menyepakati kerja sama bilateral pada November 2023 untuk mengisi kekosongan tenaga kerja, khususnya di sektor konstruksi dan pengasuh. Berdasarkan data resmi, total 20.174 pekerja telah tiba di Israel dalam kurun waktu tersebut.

Melansir Middle East Eye, Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri India, Kirti Vardhan Singh, menyebutkan bahwa pengiriman tenaga kerja tersebut mencakup dua jalur.

Melalui jalur resmi berdasarkan perjanjian bilateral, sebanyak 6.730 pekerja konstruksi dan 44 tenaga pengasuh telah dikirim. Sementara melalui jalur perekrutan swasta, tercatat 7.000 tenaga pengasuh dan 6.400 pekerja konstruksi.

Pemerintah India juga mencatat bahwa sebanyak 220 pekerja telah dipulangkan akibat masalah seperti ketidaksesuaian keterampilan dan kendala bahasa.

Serikat Pekerja India Tolak Pengiriman Tenaga Kerja ke Wilayah Konflik

Pengiriman pekerja ini menuai penolakan dari Dewan Serikat Pekerja Pusat Seluruh India (AICCTU). Mereka menyerukan penolakan terhadap rekrutmen tenaga kerja ke wilayah konflik.

Baca Juga:  Indonesia Berpeluang Ajak India Kerja Sama untuk Program MBG

“Kami menyerukan kepada semua pekerja untuk menolak proyek bunuh diri yang akan membawa kesulitan besar dan membahayakan nyawa mereka,” demikian pernyataan resmi AICCTU dikutip MPN Indonesia dari Middle East Eye pada Rabu (13/8).

Sementara itu, Wakil Presiden AICCTU, Clifton D’Rozario menilai pengiriman pekerja ke Israel tanpa campur tangan pemerintah menunjukkan sikap abai terhadap rakyat dan genosida di Gaza.

“Jika kontraktor swasta mengirimkan pekerja ke Israel tanpa campur tangan pemerintah, itu berarti pemerintah tidak peduli pada rakyatnya sendiri, maupun pada tindakan genosida Israel di Gaza,” katanya kepada Middle East Eye.

Risiko Keselamatan Pekerja di Wilayah Konflik

Selain tantangan keterampilan dan bahasa, risiko keselamatan juga membayangi para pekerja.

Dalam dua tahun terakhir, seorang pekerja India tewas akibat serangan dari Lebanon, sementara tiga lainnya terluka, satu akibat serangan roket dari Gaza pada 7 Oktober 2023 dan dua lainnya terkena dampak serangan dari Lebanon pada Maret 2024.

Kebijakan India dalam mengirim pekerja ke Israel berlangsung di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel atas operasi militernya di Gaza.

Hingga Agustus 2025, lebih dari 61.000 warga Palestina, termasuk 18.430 anak-anak, dilaporkan tewas akibat serangan militer Israel, dengan ratusan ribu lainnya terluka dan menghadapi ancaman kelaparan akibat blokade bantuan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending