Connect with us

Teknologi

China Buat Robot yang Bisa Hamil dan Melahirkan Bayi Manusia

China menandai langkah baru dalam bidang teknologi dan inovasi global dengan mengembangkan robot yang dapat mengalami kehamilan.

Logompn

Published

on

China buat robot yang bisa hamil dan melahirkan bayi manusia
China Buat Robot yang Bisa Hamil dan Melahirkan Bayi Manusia | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 Agustus 2025 - China menandai langkah baru dalam bidang teknologi dan inovasi global.

Negara tersebut diketahui tengah mengembangkan teknologi robotik yang memungkinkan perangkat humanoid untuk mengalami kehamilan dan melahirkan bayi manusia.

Proyek ini dipimpin oleh Zhang Qifeng, pendiri Kaiwa Technology dan alumnus Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

Ia menyebut teknologi rahim buatan sudah matang dan kini difokuskan pada integrasi ke dalam tubuh robot.

“Sekarang teknologi ini perlu ditanamkan ke dalam perut robot sehingga manusia sungguhan bisa berinteraksi dengan robot untuk mencapai kehamilan, memungkinkan janin tumbuh di dalamnya,” ujar Zhang Qifeng, dikutip MPN Indonesia dari New York Post pada Rabu (20/8).

Prototipe dari robot ini direncanakan akan diperkenalkan pada tahun 2026 oleh perusahaan teknologi Kaiwa Technology yang berbasis di Guangzhou.

Dirancang untuk Atasi Infertilitas

Teknologi ini dikembangkan untuk membantu individu atau pasangan yang mengalami infertilitas, yang menurut data memengaruhi sekitar 15 persen pasangan di seluruh dunia.

Robot humanoid ini akan dilengkapi sistem yang meniru rahim manusia, tempat di mana janin dapat tumbuh secara alami selama masa kehamilan.

Sementara itu, nutrisi untuk janin nantinya akan disalurkan melalui tabung di bagian perut robot selama masa kehamilan sekitar sepuluh bulan.

Biaya penyewaan robot ini diperkirakan sebesar 100.000 yuan atau sekitar Rp225 juta, yang diklaim lebih murah dibandingkan biaya menggunakan jasa ibu pengganti di beberapa negara Barat.

Zhang menyatakan bahwa robot gestasi ini dirancang agar lebih ekonomis dibandingkan metode tradisional seperti ibu pengganti.

Di Amerika Serikat, misalnya, menyewa ibu pengganti bisa menghabiskan biaya hingga USD 200 ribu atau sekitar Rp3,2 miliar.

Baca Juga:  Idol asal China Yu Yuhan Ngamuk saat Pintu Mobil Ditarik-tarik Fans

Picu Perdebatan

Konsep kehamilan buatan ini bukan tanpa preseden. Pada tahun 2017, ilmuwan di Amerika Serikat berhasil membesarkan anak domba prematur di dalam kantong buatan berisi cairan ketuban sintetis, yang dikenal dengan istilah biobag.

Teknologi tersebut menjadi salah satu fondasi pengembangan rahim buatan pada robot gestasi ini.

Meski menjanjikan solusi baru dalam bidang reproduksi, banyak perdebatan yang muncul terkait aspek etis dan hukum.

Beberapa isu yang diperdebatkan mencakup asal-usul sel telur dan sperma, ikatan emosional antara ibu dan anak, serta bagaimana dampak psikologis terhadap bayi dari rahim buatan.

Menanggapi hal ini, Zhang mengungkapkan bahwa timnya telah memulai diskusi dengan otoritas lokal.

“Kami telah mengadakan forum diskusi dengan pihak berwenang di Provinsi Guangdong dan mengajukan proposal terkait sambil membahas kebijakan dan undang-undang,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending