Connect with us

Teknologi

Wow! Ternyata Segini Gaji Pakar AI, Tembus Triliunan

Pakar di bidang kecerdasan buatan (AI) kini menikmati kompensasi dengan angka yang sangat tinggi.

Logompn

Published

on

Wow! ternyata segini gaji pakar ai, tembus puluhan juta
Wow! Ternyata Segini Gaji Pakar AI, Tembus Triliunan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 Agustus 2025 - Pakar di bidang kecerdasan buatan (AI) kini menikmati kompensasi dengan angka yang sangat tinggi, mencapai puluhan juta rupiah per bulan di Indonesia hingga miliaran rupiah per tahun di tingkat global.

Tren ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan teknologi terhadap keahlian AI, terutama dalam perlombaan menciptakan kecerdasan umum buatan (AGI).

Salah satu contohnya, peneliti AI Matt Deitke menerima tawaran dari Meta sebesar USD250 juta (sekitar Rp4 triliun) selama empat tahun, dengan potensi mendapatkan USD100 juta (Rp1,6 triliun) hanya dalam tahun pertama, berdasarkan laporan Ars Technica.

Tak hanya itu, CEO Meta, Mark Zuckerberg, juga menawarkan kompensasi USD1 miliar (Rp16 triliun) kepada seorang insinyur AI lainnya yang tidak disebutkan namanya.

Nilai tawaran tersebut menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar bersedia menggelontorkan dana dalam jumlah fantastis untuk merekrut dan mempertahankan talenta AI, demi mendominasi industri senilai triliunan dolar.

Perbandingan kompensasi ini mencolok ketika dikaitkan dengan tokoh-tokoh penting sejarah.

J. Robert Oppenheimer, pemimpin proyek Manhattan dalam pengembangan bom atom, hanya menerima USD 10.000 per tahun pada 1943.

Jika disesuaikan dengan kondisi keuangan global saat ini, gaji tersebut setara dengan sekitar USD 190.865 (sekitar Rp3 miliar), jumlah yang setara dengan gaji insinyur perangkat lunak senior dan hanya sepersekian dari penghasilan Deitke.

Gaji Bidang AI di Indonesia

Di Indonesia, gaji untuk profesional kecerdasan buatan juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Besaran gaji yang ditawarkan bervariasi tergantung posisi, pengalaman, tingkat pendidikan, lokasi kerja, dan sektor industri.

Baca Juga:  Windows 10 Akan Berakhir pada 2025, Pengguna Dianjurkan Update ke Windows 11!

Dikutip MPN Indonesia dari Artificial Intelligence Center Indonesia, berikut rata-rata gaji bulanan untuk beberapa posisi umum di bidang AI:

  • Data Scientist: Rp 15.000.000 – Rp 30.000.000
  • Machine Learning Engineer: Rp 20.000.000 – Rp 35.000.000
  • AI Research Scientist: Rp 25.000.000 – Rp 40.000.000
  • AI Consultant: Rp 20.000.000 – Rp 50.000.000

Faktor yang Mempengaruhi Besaran Gaji

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi jumlah gaji di bidang AI, di antaranya yaitu:

  • Tingkat pendidikan: Pemegang gelar master atau doktor cenderung memiliki peluang mendapatkan gaji lebih tinggi dibanding dengan pendidikan sarjana atau di bawahnya.
  • Pengalaman kerja: Profesional dengan pengalaman lebih dari 10 tahun memiliki peluang mendapatkan penghasilan lebih besar.
  • Lokasi kerja: Kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya menawarkan gaji lebih tinggi. Gaji akan lebih tinggi lagi bila bekerja di luar negeri.
  • Jenis industri: Sektor teknologi dan keuangan memberikan kompensasi lebih besar dibanding sektor pendidikan atau publik.

Talenta AI Terus Diincar Perusahaan-Perusahaan Besar

Permintaan akan keahlian kecerdasan buatan terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan besarnya volume data yang perlu dikelola.

Perusahaan seperti Meta, Google, dan OpenAI memandang pakar AI sebagai aset penting dalam pencapaian AGI.

Mark Zuckerberg menyatakan kepada investor bahwa Meta akan terus berinvestasi dalam talenta AI karena “kecerdasan super akan meningkatkan setiap aspek dari apa yang kami lakukan”.

Dalam persaingan tersebut, perusahaan bersaing untuk menjadi yang pertama mengembangkan teknologi otomatisasi yang mampu merevolusi ekonomi global.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending