Connect with us

Viral

Balita di Sukabumi Meninggal Dunia dengan Tubuh Dipenuhi Cacing

Balita perempuan berusia 4 tahun asal Sukabumi meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang seberat 1 kilogram.

Logompn

Published

on

Balita di sukabumi meninggal dunia dengan tubuh dipenuhi cacing
Balita di Sukabumi Meninggal Dunia dengan Tubuh Dipenuhi Cacing | Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 21 Agustus 2025 - Seorang balita perempuan berusia 4 tahun asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang.

Korban yang bernama Raya dilaporkan tutup usia pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

Peristiwa di daerah ini terjadi setelah korban menjalani perawatan intensif sejak 13 Juli 2025, ketika ia dibawa dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami syok akibat kekurangan cairan berat.

Tim medis awalnya mengalami kesulitan menentukan penyebab pasti penurunan kesadaran korban. Namun, saat penanganan di instalasi gawat darurat, dokter dikejutkan dengan kemunculan seekor cacing hidup yang keluar dari hidung Raya.

“Saat di IGD, tiba-tiba keluar cacing dari hidung pasien. Dari situ, kita mulai menduga ada kaitannya dengan infeksi cacing,” kata Irfan, Humas sekaligus dokter IGD RSUD Syamsudin saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/8).

Raya Alami Infeksi Askariasis

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, diketahui bahwa Raya mengalami infeksi askariasis, yakni penyakit akibat cacing gelang Ascaris lumbricoides yang masuk ke dalam tubuh melalui telur cacing dari tanah atau makanan yang tidak higienis.

Cacing ditemukan keluar tidak hanya dari hidung dan mulut, tetapi juga dari kemaluan dan anus korban. Total berat cacing yang berhasil dikeluarkan dari tubuhnya lebih dari satu kilogram.

“Infeksi bisa terjadi ketika telur cacing tertelan, baik melalui makanan, minuman, maupun tangan yang kotor. Telur akan menetas di usus, lalu berkembang jadi larva yang bisa menyebar lewat aliran darah ke organ-organ, bahkan otak,” jelas Irfan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta ASN Donasi Rp1000 per Hari

Ia menambahkan bahwa kondisi lingkungan tempat tinggal korban turut memperparah situasi. Raya tinggal di rumah panggung dengan tanah terbuka di bawahnya dan sering bermain tanpa alas kaki.

“Sepertinya pasien sering bermain di tanah tanpa alas kaki. Itu memperbesar risiko infeksi,” tambah Irfan.

Selain infeksi cacing, dokter juga menduga adanya komplikasi lain, yaitu tuberkulosis meningitis, mengingat orang tua korban sedang menjalani pengobatan TB paru.

Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi balita tersebut hingga pengobatan yang diberikan tidak memberikan hasil optimal.

“R dibawa ke rumah sakit dalam kondisi terminal. Kalau penilaian saya pribadi sudah amat sangat terlambat dibawa ke rumah sakit,” kata Irfan.

Pihak Desa Sudah Beri Bantuan PMT

Raya sebelumnya tercatat sebagai anak dengan status berat badan di bawah garis merah (BGM) dan rutin dipantau di posyandu setempat.

Menurut bidan desa Cisri Maryati, Raya sudah lama menjadi penerima program bantuan makanan tambahan seperti susu, telur, ayam, dan buah-buahan.

Ia juga pernah menjalani program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal selama 60 hari dan menunjukkan peningkatan berat badan.

Selain bantuan gizi, Raya juga menerima obat cacing secara rutin setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Februari dan Agustus, sesuai dengan program pemerintah desa.

“Obat cacing untuk Raya dan semua anak-anak itu dapat setiap 6 bulan sekali. Jadi untuk Raya juga terakhir dapat itu bulan Februari,” ujar Cisri.

Namun, meski telah menerima bantuan dan pengobatan, upaya untuk merujuk Raya ke puskesmas kerap gagal karena keberatan dari pihak keluarga.

“Sudah berkali-kali mau dirujuk ke puskesmas, cuman memang kalau jawaban dari ibunya, nggak bisa, Mang Rizalnya (ayah Raya) nggak bolehin,” kata Cisri.

Baca Juga:  Diduga Ada Kejanggalan, Keluarga Mahasiswa Unnes Iko Juliant Laporkan Kasus Kematian Anak ke Polda Jateng

(AKM/NID/RAD)

Trending