Connect with us

Teknologi

Cuaca Buruk, Elon Musk Tunda Peluncuran Roket Starship

SpaceX kembali menghadapi beberapa kendala yang menyebabkan penundaan peluncuran uji coba ke-10 roket Starship.

Logompn

Published

on

Cuaca buruk, elon musk tunda peluncuran roket starship
Cuaca Buruk, Elon Musk Tunda Peluncuran Roket Starship | Gambar: X/@SpaceX

MPN Indonesia 26 Agustus 2025 - SpaceX kembali menghadapi kendala teknis yang menyebabkan penundaan peluncuran uji coba ke-10 roket Starship pada Minggu (24/8) dari fasilitas Starbase di Texas Selatan.

Penundaan ini terjadi sekitar 15 menit sebelum jadwal peluncuran pukul 18.30 waktu setempat.

“Peluncuran dibatalkan untuk malam ini karena adanya awan anvil di lokasi peluncuran (risiko petir),” bunyi pengumuman yang diunggah pihak SpaceX melalui platform X, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (26/8).

Elon Musk juga sempat menyampaikan sebelum peluncuran dibatalkan terdapat ribuan tantangan teknik yang masih harus diatasi baik untuk kapal maupun pendorongnya.

Masalah teridentifikasi pada sistem darat, tepatnya kebocoran oksigen cair, yang menyebabkan misi tidak dapat dilanjutkan.

Formasi awan anvil di atas lokasi peluncuran seperti yang dilaporkan di X juga turut meningkatkan risiko sambaran petir, memperkuat keputusan pembatalan.

SpaceX Jadwalkan Peluncuran Ulang

Meskipun belum ada jadwal pengganti resmi, fitur hitung mundur di situs SpaceX menandakan kemungkinan peluncuran ulang pada Rabu (27/8) pukul 5:55 waktu setempat.

Penutupan jalan di sekitar lokasi peluncuran juga memperkuat dugaan akan dilakukan percobaan pada waktu tersebut.

Misi berdurasi satu jam ini dirancang untuk menguji tahap atas Starship, sementara pendorong tahap pertama dijadwalkan jatuh ke Samudra Hindia.

Pada uji coba kali ini, SpaceX tidak akan mengulangi manuver penangkapan booster dengan lengan raksasa di menara peluncuran yang sebelumnya telah tiga kali dilakukan.

Deretan Kegagalan Uji Coba Starship

Starship merupakan proyek penting bagi Elon Musk dan menjadi tulang punggung ambisi perusahaan untuk mengangkut manusia ke Bulan dan Mars.

Baca Juga:  Elon Musk jadi Orang Pertama di Bumi yang Punya Kekayaan Rp7 Triliun

Namun, sepanjang 2025, serangkaian kegagalan telah membayangi uji coba roket raksasa ini. Tiga uji coba tahap atas meledak, termasuk satu ledakan saat pengujian static fire di darat pada Juni.

Dua kegagalan menimbulkan serpihan hingga mencapai kepulauan Karibia. Satu uji coba lain sempat berhasil mencapai luar angkasa sebelum akhirnya hancur.

Sampai saat ini, SpaceX belum berhasil mengirim muatan dengan tahap atas Starship ke orbit atau mengembalikannya ke lokasi peluncuran.

Untuk meningkatkan keandalan Starship, SpaceX sementara memindahkan sekitar 20% tim insinyur dari proyek Falcon ke pengembangan Starship. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat pengujian dan peningkatan performa sistem roket tersebut.

Setelah kegagalan pada Mei, perusahaan menyatakan bahwa mereka akan secara sengaja menguji batas kekuatan struktur tahap atas untuk menemukan titik keberhasilan.

Kritik Starship dari Sejumlah Ahli

Tingkat kegagalan yang tinggi membuat proyek Starship menghadapi tekanan besar, baik secara internal maupun eksternal.

Analis dari Analysys Mason, Dallas Kasabosk dalam laporan AFP menyatakan, misi tersebut masih menghadapi tantangan besar meski telah melalui berbagai uji coba.

“Tekanan untuk misi ini sangat besar. Sudah banyak uji coba, tapi belum terbukti bisa diandalkan, jumlah kegagalan masih lebih banyak dibanding keberhasilan,”

Kritik yang sama juga datang dari mantan insinyur yang kini menjadi penulis, Will Lockett mengungkapkan pandangan kritis terhadap desain Starship dengan menyebutkan adanya kelemahan mendasar dalam konsep roket ini.

(AKM/NID/RAD)

Trending