Teknologi
Elon Musk Ramal 3 Tahun Lagi AI bakal Lampaui Kecerdasan Manusia
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, memperkirakan bahwa AI akan melampaui kecerdasan manusia dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan.
MPN Indonesia 30 Maret 2026 - CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, memperkirakan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan melampaui kecerdasan manusia dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan.
Prediksi ini disampaikan Musk sebagai respons atas unggahan di media sosial yang menyatakan bahwa manusia hanya memiliki waktu tiga tahun sebelum AI melampaui kecerdasannya.
Dikutip MPN Indonesia dari laporan Gizchina, Musk menanggapi pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa prediksi itu “terdengar benar”.
Prediksi Musk soal AI
Pernyataan itu menegaskan pandangan Musk sebelumnya yang konsisten menyampaikan prediksi serupa.
Pada 2023, Musk mengatakan bahwa superintelligence, AI yang jauh melampaui manusia, berpotensi hadir dalam lima hingga enam tahun, sekitar 2028 hingga 2029.
Pada April 2024, ia kembali menyatakan bahwa artificial general intelligence (AGI) yang lebih cerdas dari manusia individu bisa muncul pada 2026.
AGI merujuk pada bentuk kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan kognitif setara manusia.
Musk juga memperkirakan bahwa AGI bisa melampaui kecerdasan gabungan seluruh manusia pada 2029 hingga 2030, sebagaimana yang diberitakan The Guardian.
Perlu dicatat bahwa seluruh pernyataan ini merupakan prediksi pribadi dari Elon Musk.
Validitasnya tidak dapat dipastikan dan belum tentu sejalan dengan pandangan para peneliti atau perusahaan AI lainnya.
Sampai saat ini, perdebatan terkait kemungkinan AI menjadi lebih pintar dari manusia masih jadi perbincangan yang menarik.
Kecerdasan AI vs Manusia
Kecerdasan buatan saat ini memang telah menyamai atau bahkan mengungguli kemampuan manusia dalam beberapa tugas spesifik seperti bermain catur, menulis kode, dan mengolah data dalam jumlah besar.
Namun, banyak yang berpendapat AI masih tertinggal dalam hal kemampuan memahami konteks baru, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
Oleh sebab itu, banyak kalangan menilai prediksi Musk dalam jangka waktu tiga tahun terlalu cepat.
Prediksi Elon Musk Sering Meleset
Selain kecerdasan buatan, Elon Musk juga dikenal kerap membuat prediksi mengenai teknologi lain yang dikembangkan perusahaannya, termasuk mobil otonom dan chip otak manusia. Beberapa prediksinya belum terbukti tepat secara waktu.
Misalnya, pada 2016, Musk menyatakan bahwa mobil Tesla akan dapat berkendara sendiri dari New York ke Los Angeles dalam dua tahun, namun hingga kini hal itu belum terwujud.
Musk juga pernah memperkirakan bahwa roket SpaceX akan mencapai Mars pada 2018, tetapi hal tersebut belum terjadi.
Kemudian, pada 2017, ia menyebut produk chip otak dari Neuralink akan tersedia dalam empat tahun (2021). Namun, implan otak pertama baru digunakan pada manusia pada Januari 2024.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
