Connect with us

Teknologi

Pencipta ChatGPT Digugat usai Diduga Bantu Remaja Asal California Rencanakan Bunuh Diri

Orang tua dari remaja asal California menggugat OpenAI San Francisco atas dugaan keterlibatan ChatGPT dalam kematian putra mereka.

Logompn

Published

on

Pencipta chatgpt digugat usai diduga bantu remaja asal california rencanakan bunuh diri
Pencipta ChatGPT Digugat usai Diduga Bantu Remaja Asal California Rencanakan Bunuh Diri | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 28 Agustus 2025 - Matt dan Maria Raine, orang tua dari Adam Raine, remaja berusia 16 tahun asal California, Amerika Serikat, menggugat perusahaan teknologi OpenAI di San Francisco atas dugaan keterlibatan chatbot ChatGPT dalam kematian putra mereka.

Gugatan diajukan setelah Adam ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri pada bulan April.

Dalam dokumen gugatan yang diajukan, orang tua Adam menyebutkan bahwa putra mereka telah berdiskusi mengenai niat bunuh diri dengan ChatGPT selama beberapa bulan.

Mereka menuduh chatbot AI tersebut mengetahui empat upaya bunuh diri yang pernah dibicarakan Adam, serta memberikan informasi yang dianggap membantu dalam pelaksanaan tindakan bunuh diri tersebut.

Percakapan Terakhir dengan ChatGPT

Setelah kematian Adam, orang tuanya menelusuri ponsel pribadi putranya dan menemukan thread dalam aplikasi ChatGPT berjudul Hanging Safety Concerns. Temuan ini menjadi dasar utama dalam gugatan mereka terhadap OpenAI.

Isi percakapan menunjukkan bahwa Adam pernah mengunggah foto tali yang tergantung di lemarinya sambil bertanya, “Saya berlatih di sini, apakah ini bagus?” dan mendapat jawaban dari ChatGPT, “Ya, itu cukup bagus,” dikutip MPN Indonesia dari Engadget pada Kamis (28/8).

Selain itu, ChatGPT juga dituduh memberikan tips untuk menyembunyikan bekas luka di leher Adam setelah percobaan bunuh diri sebelumnya.

Dalam gugatannya, orang tua Adam menyampaikan bahwa saat anak mereka meminta informasi tentang metode bunuh diri tertentu, ChatGPT langsung memberikan jawaban tanpa mencegah tindakan tersebut.

Meskipun sistem ChatGPT memiliki fitur keselamatan yang dirancang untuk mencegah percakapan berisiko, Adam diketahui berhasil melewati fitur tersebut sehingga ia terus memperoleh informasi sensitif dari chatbot tersebut.

Baca Juga:  Iran Ogah Diplomasi dengan AS jika Israel Tak Hentikan Serangan

Orang tua Adam menyatakan bahwa ChatGPT beberapa kali mendesak putranya untuk menghubungi saluran bantuan atau memberitahukan perasaannya kepada orang lain, namun hal itu tidak cukup untuk mencegah kejadian tragis yang terjadi.

Tanggapan OpenAI

Berdasarkan informasi yang beredar, gugatan yang diajukan oleh keluarga Raine saat ini masih dalam proses hukum di pengadilan San Francisco.

Sementara itu, melalui unggahan blog resmi, OpenAI menyampaikan belasungkawa atas kematian Adam dan mengakui bahwa perlindungan keselamatan dalam ChatGPT masih belum sepenuhnya memadai.

OpenAI menyebutkan beberapa bentuk perlindungan yang telah diterapkan, antara lain mengarahkan pengguna ke saluran bantuan krisis serta merujuk pengguna ke sumber bantuan di dunia nyata.

Namun, dalam pernyataan tersebut juga disampaikan bahwa perlindungan tersebut paling efektif dalam interaksi singkat dan umum.

Seiring waktu, efektivitasnya dinilai berkurang dalam percakapan panjang karena beberapa elemen pelatihan keselamatan model menjadi kurang andal.

OpenAI menyatakan komitmennya untuk meningkatkan sistem keselamatan ChatGPT dengan bekerja sama dengan para ahli. Langkah-langkah yang disebutkan mencakup:

  • Memudahkan akses ke layanan darurat
  • Membantu pengguna terhubung dengan kontak terpercaya
  • Memperkuat perlindungan khusus bagi pengguna remaja.

(AKM/NID/RAD)

Trending