Connect with us

Politik

Curhat Lukisannya Raib Dijarah Massa, Sri Mulyani: Lenyap seperti Rasa Aman

Sri Mulyani ungkap pengalaman rumahnya dijarah akhir Agustus 2025. Lukisan bunga karyanya 17 tahun lalu hilang, ini ceritanya.

Logompn

Published

on

Curhat lukisannya raib dijarah massa, sri mulyani lenyap seperti rasa aman
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Gambar : Instagram/@smindrawati

MPN Indonesia 4 September 2025 - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan pengalaman pribadi terkait penjarahan yang terjadi di rumahnya pada akhir Agustus 2025.

Dalam penjelasannya, ia menyoroti aksi seorang pria yang mengambil lukisan bunga hasil karyanya yang dibuat 17 tahun lalu.

Kronologi Penjarahan

Sri Mulyani menjelaskan bahwa seorang pria berjaket merah dan mengenakan helm hitam terlihat membawa lukisan cat minyak bergambar bunga di atas kanvas berukuran besar dari rumah pribadinya.

Pelaku disebut meninggalkan lokasi dengan tenang dan percaya diri.

“Laki-laki berjaket merah memakai helm hitam tampak memanggul lukisan cat minyak bunga di atas kanvas ukuran cukup besar. Dia membawa jarahannya dengan tenang, percaya diri keluar dari rumah pribadi saya yang menjadi target operasi jarahan hari Minggu akhir Agustus 2025 dini hari,” ujar Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya @smindrawati pada Selasa (2/9), dikutip MPN Indonesia pada Kamis (4/9).

Makna Lukisan yang Hilang

Menurut Sri Mulyani, bagi penjarah lukisan tersebut mungkin hanya dianggap bernilai uang.

“Lukisan Bunga itu bagi penjarah pasti dibayangkan bernilai sekedar seperti lembaran uang,” ungkapnya.

Namun baginya, lukisan itu memiliki makna personal dan emosional karena merupakan simbol perenungan serta kontemplasi diri.

Lukisan yang ia buat 17 tahun lalu itu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, termasuk masa anak-anaknya tumbuh dan bermain.

“Lusikan Bunga yang saya lukis 17 tahun lalu adalah hasil dan sambil perenungan serta kontemplasi diri, sangat pribadi. Seperti rumah tempat anak-anak saya tumbuh dan bermain, sangat pribadi dan menyimpan kenangan tak ternilai,” jelasnya.

Baca Juga:  Polisi di Medan Diduga Terima Setoran Uang Judi Pakai Mobil Patroli

Ia menegaskan bahwa hilangnya lukisan tersebut tidak hanya soal benda fisik, tetapi juga menyiratkan hilangnya rasa aman, kepastian hukum, dan nilai perikemanusiaan di Indonesia.

“Lukisan Bunga itu telah raib lenyap seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia,” ucap Sri Mulyani.

Penjarahan Disebut Seperti Pesta

Sri Mulyani menggambarkan para pelaku penjarahan seolah-olah sedang berpesta.

Ia mencontohkan salah satu pelaku yang dengan ringan menjawab pertanyaan media tentang barang yang didapatkan.

“Para penjarah seperti berpesta, bahkan diwawancara reporter media: ‘dapat barang apa mas?’ – dijawab ringan, dengan nada sedikit bangga tanpa rasa bersalah: ‘lukisan’. Liputan penjarahan dimuat di media sosial dan diviralkan secara sensasional,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa aksi tersebut menimbulkan rasa intimidasi, hilangnya hukum, akal sehat, peradaban, serta kepantasan.

Korban Jiwa dalam Kerusuhan

Selain kehilangan barang berharga, Sri Mulyani juga menyoroti adanya korban jiwa yang meninggal pada hari yang sama dengan peristiwa penjarahan di rumahnya.

Ia menyebutkan beberapa nama korban yang meninggal dalam insiden tersebut, antara lain: Affan Kurniawan, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, Syaiful Akbar, Rheza Sendy Pratama, Rusdamdiansyah, dan Sumari.

Ia menyebut peristiwa itu sebagai tragedi kelam yang menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Pesan Sri Mulyani

Dalam keterangannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa kerusuhan tidak pernah melahirkan pemenang, melainkan merusak akal sehat, harapan, serta fondasi berbangsa dan bernegara.

Ia menekankan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang berlandaskan perikemanusiaan yang adil dan beradab.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak itu. Jaga dan terus perbaiki Indonesia bersama, tanpa lelah, tanpa amarah, tanpa keluh kesah, serta tanpa putus asa,” tutupnya.

Baca Juga:  Fakta-fakta Penemuan Mayat dalam Koper di Ngawi: Korban merupakan Warga Blitar

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending