Connect with us

Viral

Aktivis Ditemukan Tewas usai Aktif Menyuarakan Penolakan Geotermal di NTT

Aktivis lingkungan NTT, Vian Ruma, ditemukan tewas dengan kondisi janggal di Nagekeo. Kematian ini memicu sorotan dan desakan penyelidikan transparan.

Logompn

Published

on

Aktivis ditemukan tewas usai aktif menyuarakan penolakan geotermal di ntt
Ilustrasi Bunuh Diri. Gambar : Unsplash/Eva Blue

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 10 September 2025 - Aktivis lingkungan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Vian Ruma, ditemukan tewas pada Senin (8/9) di sebuah gubuk bambu dekat Pantai Sikusama, Desa Tonggo, Kabupaten Nagekeo.

Tubuhnya ditemukan tergantung dengan leher terlilit tali, sementara kakinya masih menyentuh lantai.

Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa kematiannya tidak wajar. Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam keadaan membengkak.

Di lokasi, sejumlah barang turut ditemukan, antara lain sebuah tas hitam, handphone, helm hitam, dan satu unit sepeda motor Honda CRF yang terparkir di luar gubuk.

Aktivis Lingkungan dan Keterlibatan Organisasi

Vian dikenal sebagai aktivis muda yang vokal menolak proyek panas bumi atau geotermal di wilayah NTT.

Ia juga merupakan anggota aktif Koalisi Kelompok Orang Muda untuk Perubahan Iklim (KOPI).

Magdalena Eda Tukan dari KOPI membenarkan hal tersebut.

“Betul, ada anggota organisasi di Kabupaten Nagekeo yang meninggal ditemukan terlilit tali,” ujar Eda dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari Tempo.co, Rabu (10/9).

Namun, Eda menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian.

“Kami dapat kabar tadi pagi, sampai detik ini kami belum tahu persis penyebab kematiannya,” tambahnya.

Menurut Eda, aktivitas organisasi sejauh ini masih sebatas pendidikan dan peningkatan kapasitas pemuda, bukan aksi langsung terkait isu besar.

“Secara organisasi, kami belum melakukan aksi atau menangani langsung isu-isu besar, baru masih sebatas pendidikan dan peningkatan kapasitas orang muda kita,” jelasnya.

Reaksi dan Desakan Penyelidikan

Kematian Vian memicu sorotan dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban yang mendesak penyelidikan transparan.

Baca Juga:  Tiga Pria di NTT Bakar Burung Hantu Hidup-Hidup, Percaya Bisa Usir Ancaman Sihir

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang juga menyuarakan keprihatinan dan menuntut pengusutan menyeluruh.

“Kematian Vian Ruma bukan sekadar insiden, itu adalah alarm bahwa demokrasi dan hak lingkungan tengah dipertaruhkan. Publik, NGO, dan aparat penegak hukum harus bersatu menuntut fakta, keadilan, dan transparansi,” ujar Ketua Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Malang, Alamsyah Gautama dalam keterangan resmi.

Ketua Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Malang, Ahmad Soffan Aly, menilai kasus ini menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap pembela lingkungan.

“Polisi harus segera melakukan penyelidikan dan memastikan pelaku diadili sesuai hukum. Negara juga wajib memiliki jaminan perlindungan khusus bagi aktivis lingkungan dan masyarakat yang menolak proyek perusak alam,” tegasnya.

Ancaman Terhadap Pembela Lingkungan

Kematian Vian menambah panjang daftar ancaman terhadap aktivis lingkungan di Indonesia.

Data Auriga Nusantara mencatat 133 kasus ancaman terhadap pembela lingkungan sepanjang 2014–2023, termasuk 12 kasus pembunuhan.

WALHI juga melaporkan 827 pejuang lingkungan dikriminalisasi dalam periode yang sama, dengan enam di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, laporan Satya Bumi dan Protection International pada 2024 mencatat 33 kasus serangan terhadap aktivis yang melibatkan lebih dari 200 individu dan 15 kelompok.

Dalam banyak kasus, pelaku berasal dari aparat maupun perusahaan.

HMI Cabang Malang menegaskan bahwa kematian Vian Ruma harus menjadi momentum perbaikan sistem perlindungan bagi aktivis lingkungan di Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending