Connect with us

Internasional

Hindari Amukan Massa, Menteri Nepal dan Keluarga Dievakuasi pakai Helikopter

Sebuah rekaman menunjukkan sejumlah menteri Nepal dan anggota keluarganya dievakuasi menggunakan helikopter militer.

Logompn

Published

on

Hindari amukan massa, menteri nepal dan keluarga dievakuasi pakai helikopter
Menteri Nepal dan Keluarga Dievakuasi pakai Helikopter | Gambar: Kolase X/@Osint613

MPN Indonesia 12 September 2025 - Sebuah rekaman amatir menunjukkan sejumlah menteri Nepal dan anggota keluarga mereka dievakuasi menggunakan helikopter militer usai demonstrasi dan aksi massa pecah di Kathmandu pada Selasa (9/9).

Langkah ini dilakukan untuk menghindari serangan langsung dari massa yang marah akibat pemerintah memblokir akses ke media sosial.

Salah satu video viral tersebut dibagikan oleh akun X @Osint613 pada Kamis (11/9) yang menunjukkan para pejabat dan keluarga mereka bergelantungan pada tali sling helikopter militer saat dievakuasi dari berbagai lokasi.

“Menteri-menteri Nepal dan keluarga mereka berpegangan pada tali helikopter untuk melarikan diri dari demonstrasi,” bunyi keterangan unggahan tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (12/9).

Duduk Perkara Kerusuhan di Nepal

Demonstrasi di Nepal bermula dari keputusan pemerintah yang melarang akses ke platform media sosial, dengan alasan tidak memenuhi persyaratan pendaftaran.

Tindakan tersebut memicu kemarahan publik yang meluas hingga menuai aksi protes, terutama dari kalangan mahasiswa dan generasi muda, yang kemudian berubah jadi kerusuhan di ibu kota.

Perdana Menteri KP Sharma Oli bahkan mengundurkan diri dan meninggalkan negara di tengah meningkatnya tekanan dan kerusuhan.

Evakuasi menggunakan helikopter ini dilakukan setelah sejumlah menteri menjadi sasaran serangan langsung dari massa.

Menteri Keuangan Bishnu Paudel dikejar dan ditendang oleh demonstran di jalanan. Menteri Luar Negeri Arzu Rana Deuba dan suaminya, mantan PM Sher Bahadur Deuba, juga diserang di kediaman mereka di Kathmandu.

Tak hanya itu, rumah Menteri Komunikasi Prithvi Subba Gurung, Wakil Perdana Menteri Bishnu Paudel, Gubernur Bank Sentral Biswo Paudel, serta mantan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak juga menjadi target perusakan rumah oleh massa.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Malang Buka Suara soal Demo Tolak UU TNI yang Berakhir Ricuh

Kerusuhan juga menyebar ke dalam fasilitas penahanan. Sejumlah media melaporkan tahanan membakar sel dan pos penjaga, serta merusak gerbang utama sebelum berusaha melarikan diri.

Namun, aparat militer berhasil mencegah pelarian massal dan memindahkan para tahanan ke fasilitas lain.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending