Connect with us

Internasional

Benjamin Netanyahu Bersumpah Tidak Akan Ada Negara Palestina

PM Israel Benjamin Netanyahu kembali menuai kontroversi usai menyebut tidak akan pernah ada negara Palestina.

Logompn

Published

on

Benjamin netanyahu bersumpah tidak akan ada negara palestina
Benjamin Netanyahu Bersumpah Tidak Akan Ada Negara Palestina | Gambar: Instagram/@b.netanyahu

MPN Indonesia 12 September 2025 - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menuai kontroversi usai menyebut tidak akan pernah ada negara Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Netanyahu saat menghadiri upacara penandatanganan proyek perluasan permukiman besar di Maale Adumim, Tepi Barat, pada Kamis (11/9).

“Kami akan memenuhi janji kami bahwa tidak akan ada negara Palestina, tempat ini milik kami,” ujar Netanyahu dalam pidatonya, dikutip MPN Indonesia dari Times of Israel pada Jumat (12/9).

Ia bahkan mengklaim bahwa proyek perluasan pemukiman yang akan melintasi wilayah Tepi Barat yang sedang diperjuangkan rakyat Palestina itu sebagai tanah warisan milik Israel.

“Kami akan melindungi warisan kami, tanah kami, dan keamanan kami… Kami akan menggandakan populasi kota ini,” kata Netanyahu.

Proyek Pembangunan E1 Tuai Kecaman

Pernyataan Netanyahu itu disampaikan bersamaan dengan dimulainya proyek pembangunan di lahan yang dikenal sebagai E1, area strategis yang telah lama menjadi titik konflik internasional antara Israel dengan Palestina.

Lokasi tersebut berada di antara Yerusalem dan permukiman Maale Adumim, dekat jalur yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Palestina.

Israel telah lama merencanakan pembangunan di lahan E1 seluas sekitar 12 kilometer persegi, namun pelaksanaannya tertunda karena tekanan dan penolakan internasional.

Pada bulan lalu Menteri Keuangan Israel dari sayap kanan, Bezalel Smotrich, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan sekitar 3.400 unit rumah di area tersebut.

Namun pengumuman tersebut langsung menuai kecaman dari komunitas internasional.

Melansir NDTV, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut proyek permukiman itu akan membelah Tepi Barat menjadi dua dan menciptakan ancaman eksistensial bagi terbentuknya negara Palestina yang berdekatan.

Baca Juga:  Ditanya Soal Greta Thunberg, Trump Sewot: Dia Pembuat Onar

Hukum internasional menyebut bahwa semua permukiman Israel di Tepi Barat, wilayah yang diduduki sejak 1967 dianggap ilegal terlepas dari apakah memiliki izin dari otoritas perencanaan Israel.

Proyek E1 Dinilai Bakal Hambat Perdamaian

Organisasi LSM Israel Peace Now yang memantau aktivitas permukiman di Tepi Barat menyatakan bahwa pekerjaan infrastruktur di E1 bisa dimulai dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, pembangunan perumahan diperkirakan akan berlangsung dalam waktu sekitar satu tahun.

Peace Now menyebut bahwa proyek E1 mematikan bagi masa depan Israel dan bagi peluang apa pun untuk mencapai solusi dua negara yang damai.

Adapun Tepi Barat saat ini dihuni oleh sekitar 3 juta warga Palestina dan sekitar 500.000 pemukim Israel. Namun angka tersebut tidak mencakup wilayah Yerusalem Timur yang telah dicaplok Israel.

Beberapa menteri Israel dari kelompok sayap kanan juga secara terbuka menyerukan pencaplokan penuh atas wilayah Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir sehingga memperbesar kekhawatiran dalam konflik yang terus berlanjut.

(ADN/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga9 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita28 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita35 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending