Internasional
Ribuan Napi Nepal yang Kabur saat Kerusuhan Pilih Balik ke Penjara
Ribuan napi di Nepal yang sempat melarikan diri saat demo besar pada pekan awal September 2025 kini memilih kembali ke penjara.
MPN Indonesia 19 September 2025 - Ribuan narapidana di Nepal yang sempat melarikan diri saat kerusuhan besar pada pekan awal September 2025 kini memilih kembali ke penjara.
Kerusuhan tersebut dipicu oleh larangan penggunaan media sosial yang kemudian berkembang menjadi protes antikorupsi dan tuntutan ekonomi.
Aksi massa yang dinamakan Protes Gen Z itu menyebabkan sedikitnya 73 orang tewas, parlemen dibakar, serta jatuhnya pemerintahan.
Penjara-penjara di berbagai wilayah ikut rusak dan terbakar, sehingga ribuan narapidana berhasil melarikan diri.
Melansir laporan dari CTV News, dari total 13.500 tahanan yang kabur, lebih dari sepertiganya atau sekitar 5.000 orang telah kembali melalui penangkapan maupun menyerahkan diri secara sukarela.
Sederet Napi Pilih Menyerahkan Diri
Penjara Nakhu, Kathmandu, salah satu fasilitas yang terdampak karena mengalami kerusakan parah pascakerusuhan.
Sejumlah keluarga napi menyebut bahwa kaburnya para tahanan bukan semata untuk mencari kebebasan, melainkan menyelamatkan diri dari kerusuhan.
Meski sempat merasakan kebebasan, sejumlah napi pun memutuskan kembali ke balik jeruji. Salah satunya Avinash Rai (46), terpidana kasus penyelundupan barang ilegal.
“Kami berada dalam situasi di mana menyelamatkan nyawa sendiri saja sudah jadi tantangan,” kata Rai saat menyerahkan diri di Penjara Nakhu, dikutip MPN Indonesia dari CTV News pada Jumat (19/9).
Selain Rai, napi lain yang kembali adalah Som Gopali (40), terpidana kasus penyerangan dengan sisa hukuman sembilan bulan.
Keluarganya mengatakan bahwa Som sempat menelepon sebelum kembali ke penjara.
“Itu sungguh mengejutkan saat Som menelepon saya,” kata kakaknya, Preeti Yonjan (42).
Menurutnya, keputusan Som kembali merupakan keputusan yang logis karena masa hukumannya hampir selesai.
Kondisi Pemerintahan Nepal Pascakerusuhan
Menurut data Bank Dunia, sekitar 82 persen tenaga kerja Nepal masih berada di sektor informal. Pendapatan per kapita hanya sekitar 1.447 dollar AS atau setara Rp23 juta per tahun.
Kondisi ekonomi tersebut, ditambah maraknya praktik korupsi, disebut sebagai pemicu utama demonstrasi yang berujung kerusuhan dan kaburnya ribuan narapidana.
Kerusuhan yang terjadi beberapa hari di Nepal itu kemudian memaksa Perdana Menteri Sharma Oli lengser dari jabatannya sehingga kepemimpinan sementara kini dipegang Sushila Karki yang didukung oleh kelompok demonstran Gen-Z.
Pemerintahan sementara ini dikabarkan akan berjalan hingga pemilu pada Maret 2026.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
