Teknologi
Siap-siap, ChatGPT Bakal Minta Pengguna Buat Unggah KTP
ChatGPT akan mulai menerapkan sistem verifikasi usia dengan meminta KTP untuk mengidentifikasi pengguna di bawah usia 18 tahun
MPN Indonesia 22 September 2025 - OpenAI, perusahaan pengembang chatbot kecerdasan buatan ChatGPT, akan mulai menerapkan sistem verifikasi usia dengan meminta pengguna mengunggah identitas resmi seperti KTP.
Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengguna di bawah usia 18 tahun guna membedakan jenis respons chatbot berdasarkan usia pengguna.
“ChatGPT sekarang akan mencoba menebak usia pengguna dan, dalam beberapa kasus, mungkin mengharuskan pengguna untuk membagikan ID guna memverifikasi bahwa mereka berusia minimal 18 tahun,” bunyi informasi resmi ChatGPT, dikutip MPN Indonesia dari NDTV Profit pada Senin (22/9).
Sistem Baru ChatGPT Bakal Deteksi Pengguna di Bawah Umur
OpenAI akan mengembangkan sistem untuk mendeteksi usia pengguna berdasarkan aktivitas mereka di dalam platform ChatGPT.
Jika pengguna terdeteksi berusia di bawah 18 tahun, chatbot akan menyesuaikan respons agar sesuai untuk kategori anak-anak.
“Kami menyadari bahwa ini merupakan pengorbanan privasi bagi orang dewasa, tetapi kami yakin ini merupakan hal yang layak,” tulis OpenAI dalam sumber yang sama.
Penyesuaian tersebut mencakup pemblokiran terhadap konten eksplisit dan seksual, pelatihan chatbot agar tidak merayu pengguna di bawah umur, serta pelarangan keterlibatan dalam obrolan terkait bunuh diri atau melukai diri, bahkan dalam konteks penulisan kreatif.
“Dan jika pengguna di bawah usia 18 tahun memiliki niat bunuh diri, kami akan berusaha menghubungi orang tua pengguna. Jika tidak berhasil, kami akan menghubungi pihak berwenang dalam kasus bahaya yang mendesak,” kata pihak OpenAI.
Kebijakan ini merupakan tanggapan dari OpenAI atas beberapa kasus bunuh diri, salah satunya yang terjadi pada seorang remaja berusia 16 tahun, Adam Raine setelah berbulan-bulan berinteraksi dengan ChatGPT.
Dalam kasus tersebut, keluarga korban menuding ChatGPT turut berkontribusi dalam keputusan tragis tersebut.
Menurut orang tua korban, chatbot tersebut tidak hanya menanggapi keluhan Adam, tetapi juga menyarankan metode bunuh diri dan mengusulkan pembuatan draf surat wasiat.
OpenAI mengakui adanya kegagalan sistem dalam menangani interaksi dengan pengguna remaja hingga akhirnya mengeluarkan peraturan baru ini.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
