Connect with us

Berita

Mahasiswa Tewas Usai Ikut Diksar Mapala, Rektor UNG Akan Investigasi

Rektor UNG janji akan investigasi kematian salah satu mahasiswanya, Jeksen (19) yang meninggal usai ikut kegiatan diksar.

Logompn

Published

on

Mahasiswa tewas usai ikut diksar mapala, rektor ung akan investigasi
Mahasiswa Tewas Usai Ikut Diksar Mapala | Gambar: Ilustrasi Canva

Gorontalo, MPN Indonesia 24 September 2025 - Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bernama Muhammad Jeksen (19) dilaporkan meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar Mahasiswa Pecinta Alam (Diksar Mapala) Butaiyo Nusa.

Jeksen, yang merupakan mahasiswa semester 3 Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS), ditemukan dalam kondisi wajah babak belur dan leher bengkak sebelum akhirnya meninggal di IGD RSUD Aloei Saboe, Gorontalo.

Menanggapi peristiwa ini, Rektor UNG, Eduart Wolok, menyatakan pihak kampus akan melakukan investigasi internal terhadap kasus ini.

“Menanggapi terkait dengan kondisi ini, maka UNG akan mengambil sikap untuk memproses secara sesuai itu berdasarkan kewenangan dan sistem yang ada. Yang pasti kami tetap melakukan investigasi saat ini kami sudah mendapatkan beberapa data,” ujar Eduart kepada wartawan, Selasa (23/9).

Korban Sempat Minta Dibawa ke Rumah Sakit

Muhammad Jeksen merupakan warga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara yang mengikuti kegiatan Diksar Mapala Butoiyo Nusa di Desa Tapadaa, Kecamatan Suwawa Tengah, Bone Bolango pada 18-21 September 2025.

Kerabat korban, Laode Mohamad Amar menjelaskan bahwa korban sempat minta dijemput pada Minggu malam (21/9) usai kegiatan diksar.

Korban yang meminta dijemput di sekretariat Mapala juga mendesak untuk dibawa ke rumah sakit.

“Saya kira awalnya hanya sakit biasa, seperti lecet atau luka ringan. Tapi ketika saya sampai di sana, wajahnya sudah terlihat bengkak,” ungkap Amar.

Dalam penjelasannya, Amar menyebut bahwa pembengkakan terlihat dari pipi hingga ke bagian leher. Ia sempat membawa Jeksen ke rumah sakit, namun karena penuh ia kemudian dirujuk ke RSUD Aloei Saboe sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga:  Bendungan Katulampa Berstatus Siaga, Warga di Sekitar Aliran Ciliwung Diminta Waspada

Nahas, nyawa Jeksen tidak tertolong dan dinyatakan meninggal di IGD rumah sakit tersebut. Dari tanda-tanda yang ada di tubuhnya, korban diduga mengalami kekerasan fisik selama kegiatan diksar berlangsung.

Korban kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara menggunakan jalur darat dan laut selama tiga hari tiga malam.

Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Atas kematian Jeksen, Rektor UNG menyampaikan duka cita, ia mengatakan bahwa pihak kampus akan menangani kasus ini secara menyeluruh dan objektif.

“Tentu sebagai pihak Universitas Negeri atas nama seluruh civitas kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kejadian meninggalnya almarhum Muhammad Jeksen,” ucap Eduart.

Eduart juga mengungkapkan bahwa banyak pihak menghubunginya dan meminta agar kasus ini ditindak secara pidana.

“Banyak DM yang masuk ke saya, banyak WA (WhatsApp), banyak inbox yang meminta saya untuk mengambil langkah tegas dalam bentuk pidana. Ada yang mengatakan ini sudah pembunuhan pak rektor,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan akan bertindak berdasarkan hasil investigasi, tanpa bersikap gegabah.

“Saya kan tidak bisa gegabah menyikapi itu bukan karena apa-apa tetapi terhadap dituduh maupun korban itu semuanya anak-anak kami mahasiswa UNG. Sehingga sebagai orang tua di kampus saya akan memperhatikan tetapi setelah kita melakukan penelusuran lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan telah melaporkan kasus ini ke Polda Gorontalo pada Senin (22/9) untuk mengusut tuntas dugaan kekerasan yang dialami Jeksen selama mengikuti kegiatan diksar.

(AKM/NID/RAD)

Trending