Connect with us

Berita

BGN Gandeng BPOM Bentuk Tim Investigasi Khusus untuk Tangani Keracunan MBG

BGN bentuk tim investigasi khusus bersama BPOM untuk telusuri dugaan keracunan program makan bergizi gratis di sejumlah daerah.

Logompn

Published

on

Bgn gandeng bpom bentuk tim investigasi khusus untuk tangani keracunan mbg
BGN dan BPOM akan bentuk tim investigasi khsusu terkait maraknya dugaan keracunan. Gambar: YouTube/Badan Gizi Nasional Republik Indonesia

MPN Indonesia 24 September 2025 - Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk tim investigasi khusus untuk menangani dugaan keracunan yang terjadi pada masyarakat usai mengonsumsi program makan bergizi gratis (MBG).

Tim ini akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menelusuri penyebab kasus yang ramai terjadi di sejumlah daerah.

Tim investigasi tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang.

“Selain itu saya juga diberikan tugas Pak Kepala untuk di bidang investigasi. Investigasi ini berkaitan dengan yang ramai, sekarang adalah kasus dugaan, saya sebut dugaan karena belum tentu semua yang bermasalah atau keracunan,” ujar Nanik dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Badan Gizi Nasional, Rabu (24/9).

Menurut Nanik, tim investigasi akan fokus pada dua bidang, yaitu penanganan dugaan keracunan serta pemeriksaan menu makanan dan kondisi dapur yang digunakan dalam penyediaan MBG.

Ia menegaskan pembentukan tim ini penting agar dapat memilah fakta dengan isu hoaks yang beredar terkait keracunan program makan bergizi gratis tersebut.

Tugas Tim Investigasi BGN dan BPOM

Dalam keterangannya, Nanik menuturkan tim investigasi akan berkolaborasi langsung dengan BPOM.

Hal ini karena identifikasi pemeriksaan sampel makanan oleh BPOM membutuhkan waktu hingga 14 hari kerja.

“Di dalam kasus-kasus yang diduga keracunan ini, kami tidak bisa menjustifikasi sebetulnya, oh ini keracunan, karena kami tetap harus menunggu dari BPOM,” jelasnya.

Selama masa tunggu tersebut, tim investigasi bertugas mengklarifikasi dan mengidentifikasi isu keracunan.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari proses memasak, bahan baku yang digunakan, hingga sampel makanan yang disimpan dua hari sebelum dibagikan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Purbaya Suntikkan Anggaran TKD Rp10,65 Triliun untuk Tangani Bencana Sumatra

“Nantinya sampel tersebut yang akan kemudian diuji apakah benar bahwa MBG menjadi penyebab keracunan atau karena faktor lain,” ujar Nanik.

Komposisi Tim Investigasi

Nanik menambahkan bahwa tim investigasi terdiri dari tenaga ahli di berbagai bidang, antara lain:

  • Ahli kimia
  • Ahli farmasi
  • Tenaga ahli profesi pendidikan kesehatan

Menurutnya, keberadaan para ahli ini akan mempercepat penemuan penyebab kasus keracunan sambil menunggu hasil laboratorium dari BPOM.

“Sebetulnya yang terjadi supaya kami bisa segera mengambil tindakan-tindakan perbaikan untuk dapur, maupun nanti pengobatan di pasien kalau memang harus perlu pengobatan lebih lanjut,” katanya.

Waktu Pembentukan Tim

Nanik memastikan bahwa tim investigasi BGN akan segera dibentuk dan mulai bekerja dalam pekan ini.

“Insyaallah, tim investigasi dalam minggu ini kami akan buat dan segera akan turun,” ujarnya.

Dengan pembentukan tim khusus ini, BGN berharap penanganan dugaan keracunan akibat program makan bergizi gratis dapat segera teridentifikasi secara jelas, baik dari sisi keamanan pangan maupun proses distribusinya sebagai bagian dari kebijakan publik pemerintah.

(AKM/NID/RAD)

Trending