Connect with us

Teknologi

NASA Siap Kirimkan 10 Astronaut Buat Meluncur ke Bulan dan Mars

NASA resmi merekrut 10 astronaut baru dari lebih 8.000 pelamar. Mereka akan dilatih dua tahun sebelum bertugas dalam misi ke Bulan dan Mars.

Logompn

Published

on

Nasa siap kirimkan 10 astronaut buat meluncur ke bulan dan mars
Ilustrasi astronaut. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 September 2025 - NASA resmi merekrut 10 astronaut baru dari total 8.000 lebih pelamar di seluruh dunia.

Pengumuman dilakukan pada Senin (22/9) di Johnson Space Center, Houston, sebagai bagian dari persiapan lembaga tersebut untuk misi eksplorasi ke bulan dan Mars di masa depan.

Kesepuluh kandidat ini akan menjalani pelatihan intensif selama dua tahun sebelum layak ditugaskan dalam misi luar angkasa.

Kelompok astronaut baru ini terdiri dari enam perempuan dan empat laki-laki, menjadi angkatan pertama dengan jumlah perempuan lebih banyak.

Mereka akan mendukung misi ilmiah dan eksplorasi di orbit rendah bumi, serta program Artemis untuk pendaratan di bulan dan ekspedisi manusia pertama ke Mars.

Para kandidat telah mulai mengikuti kurikulum pelatihan termasuk pengoperasian stasiun luar angkasa, pelatihan jet berperforma tinggi, spacewalk simulasi, geologi, dan kedokteran luar angkasa.

Penjabat Administrator NASA, Sean Duffy, menyebut para kandidat sebagai yang terbaik dan tercerdas dari Amerika.

“Kami akan kembali ke bulan. Dan saya tidak akan rela jika China mengalahkan NASA, atau mengalahkan Amerika, kembali ke bulan,” ujarnya dalam pidato resmi, dikutip MPN Indonesia dari CNN, Kamis (25/9).

Daftar 10 Nama Astronaut Baru NASA

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi NASA, Berikut daftar lengkap astronaut baru beserta latar belakangnya:

  • Ben Bailey, 38 tahun, Kepala Perwira 3 Angkatan Darat AS dari Charlottesville, Virginia. Lulusan teknik mesin dari University of Virginia dan mahasiswa pascasarjana sistem teknik di Naval Postgraduate School.
  • Lauren Edgar, 40 tahun, ahli geologi dari Sammamish, Washington. Pernah menjadi Deputi Peneliti Utama Tim Geologi Artemis III dan berkontribusi dalam eksplorasi Mars selama lebih dari 17 tahun.
  • Adam Fuhrmann, 35 tahun, Mayor Angkatan Udara AS dari Leesburg, Virginia. Memiliki lebih dari 2.100 jam terbang dan pengalaman tempur, lulusan MIT dan berbagai sekolah uji penerbangan.
  • Cameron Jones, 35 tahun, Mayor Angkatan Udara AS dari Savanna, Illinois. Lulusan teknik dirgantara dan lulusan sekolah pilot uji dengan lebih dari 1.600 jam terbang, termasuk 150 jam tempur.
  • Yuri Kubo, 40 tahun, mantan Direktur Peluncuran SpaceX dari Columbus, Indiana. Memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di SpaceX dan sebelumnya pernah bekerja di NASA.
  • Rebecca Lawler, 38 tahun, mantan Letnan Komandan Angkatan Laut AS dari Little Elm, Texas. Memiliki 2.800 jam terbang di lebih dari 45 jenis pesawat dan pengalaman sebagai pilot uji dan pemburu badai NOAA.
  • Imelda Muller, 34 tahun, mantan perwira medis Angkatan Laut dari Copake Falls, New York. Lulusan kedokteran dari University of Vermont dan berpengalaman di Laboratorium Netral Buoyancy NASA.
  • Erin Overcash, 34 tahun, Letnan Komandan Angkatan Laut dari Goshen, Kentucky. Pilot Super Hornet berpengalaman dengan 249 pendaratan kapal induk, juga mantan atlet tim nasional rugby wanita AS.
  • Katherine Spies, 43 tahun, mantan pilot helikopter serang Korps Marinir dari San Diego. Mengantongi lebih dari 2.000 jam terbang dan menjabat sebagai Direktur Teknik Uji Penerbangan di Gulfstream.
  • Anna Menon, 39 tahun, dari Houston, mantan insinyur biomedis di SpaceX dan NASA. Menjadi astronaut pertama dalam angkatan ini yang pernah ke orbit, melalui misi Polaris Dawn yang mencatatkan spacewalk komersial pertama.
Baca Juga:  NASA Rilis Gambar Planet Terbaru yang Ada di Tata Surya, Begini Penampakannya

Misi dan Pelatihan Jelang Eksplorasi Luar Angkasa

Deputi Direktur Johnson Space Center, Stephen Koerner, menjelaskan bahwa pelatihan dua tahun yang akan dijalani mencakup pelajaran sejarah NASA, kelas geologi, pelatihan darurat di air, dan pelatihan kesehatan luar angkasa.

Mereka juga akan dilatih menggunakan jet berperforma tinggi milik NASA.

Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan bergabung dengan 48 anggota aktif korps astronaut NASA. Direktur Operasi Penerbangan NASA, Norman Knight, menyatakan bahwa meskipun beberapa dari mereka akan mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), fokus utama tetap pada persiapan misi lebih jauh.

“Setiap pelajaran yang dipelajari di stasiun telah membuka jalan ke mana kita akan pergi: selanjutnya ke bulan – kali ini untuk menetap – dan kemudian ke Mars,” ujar Knight.

NASA berencana mengakhiri operasional ISS pada awal 2030-an dan menggantinya dengan stasiun luar angkasa yang dioperasikan sektor swasta.

Program Artemis akan menjadi ujung tombak misi ke bulan, dan NASA memberi sinyal bahwa para astronaut baru ini berpotensi terlibat dalam misi lanjutan program tersebut maupun misi manusia pertama ke Mars.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending