Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi akan Panggil Kepala BGN Buntut Kasus Darurat Keracunan MBG di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan memanggil Kepala BGN wilayah Jabar untuk evaluasi kasus keracunan MBG yang menimpa ribuan siswa di wilayah tersebut.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi akan panggil kepala bgn buntut kasus darurat keracunan mbg di jawa barat
Dedi Mulyadi akan Panggil Kepala BGN Buntut Kasus Darurat Keracunan MBG di Jawa Barat | Gambar: Dok. Provinsi Jawa Barat

Jawa Barat, MPN Indonesia 25 September 2025 - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jabar menyusul rentetan kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa ribuan siswa di wilayah tersebut.

“Saya pekan depan mau mengundang Kepala MBG yang membidangi wilayah Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi,” ujar Dedi kepada wartawan di Bandung, Selasa (23/9).

Dedi Sebut Keracunan Massal Bisa Timbulkan Trauma

Evaluasi dilakukan berkaitan dengan laporan 5.626 kasus keracunan MBG di 16 provinsi, dengan Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 2.051 kasus per Rabu (24/9).

Dedi menegaskan bahwa meskipun tidak ada laporan korban jiwa, kasus keracunan tersebut menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis siswa.

“Walaupun tidak ada (laporan kasus) meninggal, anak-anak yang seharusnya mendapat asupan gizi justru keracunan. Itu menimbulkan trauma, bisa membuat mereka enggan makan makanan yang disajikan setiap hari,” ujar Dedi di Bale Pakuan, Kota Bogor (24/9).

Bakal Evaluasi Vendor MBG

Dalam evaluasi yang akan dilakukan, Dedi menyebut ada dua aspek utama yang menjadi perhatian, yakni kualitas menu makanan yang disajikan serta kemampuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai vendor pelaksana kegiatan.

“Pertama, penyelenggara kegiatannya mampu atau tidak. Yang kedua, makanan yang disajikan sesuai dengan harga atau tidak. Kedua hal itu yang akan menjadi objek penyelidikan saya,” jelas Dedi.

Ia juga menyoroti beberapa faktor penyebab kasus keracunan MBG di Jawa Barat, antara lain ketimpangan antara jumlah peserta penerima MBG dengan jumlah pelayan di SPPG serta jarak distribusi makanan yang terlalu jauh.

Baca Juga:  Masjid At-Taubah Tasikmalaya Ikut Gabung Program Viral STAM-SEDH

Dedi menambahkan, apabila ditemukan pengelola SPPG yang tidak memenuhi standar pelayanan, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil tindakan tegas dengan mengganti vendor pelaksana.

“Misalnya, masaknya jam 01.00 WIB, tapi disajikan jam 12.00 WIB. Jarak waktunya terlalu lama, itu perlu dievaluasi. Kalau penyelenggara tidak mampu, ya harus diganti dengan yang lebih mampu,” kata Dedi.

Kasus Keracunan MBG di Jawa Barat

Beberapa wilayah di Jawa Barat tercatat mengalami keracunan makanan MBG, di antaranya Kabupaten Garut, Kecamatan Kadungora yang mencatat 657 siswa mengalami gejala keracunan pada Selasa (16/9).

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Cipongkor di mana lebih dari 300 siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi jatah MBG pada Senin (22/9).

Sebagai tindak lanjut, BGN memutuskan menghentikan sementara program makan bergizi gratis di sejumlah daerah untuk evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

(AKM/NID/RAD)

Trending