Berita
Mengandung Etanol, Vivo dan BP-AKR Batal Beli BBM Base Fuel Pertamina
Vivo Energy Indonesia dan BP-AKR membatalkan rencana pembelian BBM base fuel dari Pertamina karena adanya kandungan etanol sebesar 3,5 persen.
MPN Indonesia 2 Oktober 2025 - Dua badan usaha swasta, Vivo Energy Indonesia dan BP-AKR membatalkan rencana pembelian BBM base fuel dari PT Pertamina (Persero).
Pembatalan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI pada Rabu (1/10) oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar.
Achmad menjelaskan bahwa kandungan etanol sebesar 3,5 persen dalam produk base fuel Pertamina menjadi alasan utama dihentikannya proses pembelian oleh kedua perusahaan tersebut.
“Secara regulasi diperkenankan etanol itu sampai jumlah tertentu, kalau tidak salah sampai 20 persen. Sedangkan ini ada etanol 3,5 persen. Nah, ini yang membuat kondisi teman-teman SPBU swasta tidak melanjutkan pembelian karena ada konten etanol tersebut,” ujarnya dikutip MPN Indonesia dari siaran langsung di YouTube TVR Parlemen, Kamis (2/10).
Pertamina Tak Penuhi Hal Teknis
Sebelumnya, Vivo telah menyatakan kesepakatan untuk membeli 40.000 barel base fuel dari Pertamina berdasarkan saran dari Kementerian ESDM.
Namun, negosiasi tersebut tidak berlanjut karena sejumlah spesifikasi teknis yang diminta tidak terpenuhi oleh Pertamina.
“Karena ada beberapa hal teknis yang tidak bisa dipenuhi oleh Pertamina, sehingga apa yang sudah kami mintakan itu dengan terpaksa dibatalkan. Tapi tidak menutup kemungkinan kami akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk saat-saat mendatang, apa yang kami minta mungkin bisa dipenuhi Pertamina,” jelas perwakilan Vivo dalam rapat yang sama.
Alasan Kepatuhan jadi Pertimbangan BP-AKR
Sementara itu, BP-AKR juga membatalkan pembelian karena alasan kepatuhan terhadap standar internasional dan masalah spesifikasi produk.
Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura, menjelaskan bahwa perusahaan memerlukan dokumen Certificate of Origin untuk memastikan bahwa produk tidak berasal dari negara yang sedang terkena embargo internasional.
“Ini penting karena salah satu shareholder kami beroperasi di lebih dari 70 negara. Kami harus mengadopsi standar internasional dan meminimalkan risiko terkena trade sanction,” katanya.
Vanda juga menyatakan bahwa kandungan etanol dalam base fuel menjadi pertimbangan utama.
“Pada awal pembicaraan belum ada konfirmasi jelas soal etanol, namun belakangan terungkap ada kandungan tersebut,” ujarnya.
Shell Belum Capai Kesepakatan dengan Pertamina
Berbeda dengan Vivo dan BP-AKR, Shell Indonesia hingga saat ini belum mencapai kesepakatan pembelian dengan Pertamina.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyatakan bahwa proses business to business (B2B) masih dalam tahap pembahasan internal.
“Pertamina bersedia menyediakan produk dalam bentuk base fuel dan kami mengapresiasi hal itu. Saat ini pembahasan B2B masih berlangsung sesuai anjuran pemerintah,” kata Ingrid.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
