Connect with us

Internasional

Militer Myanmar Bom Warga di Tengah Festival Bulan Purnama, 40 Orang Tewas

Militer Myanmar menjatuhkan dua bom ke kerumunan warga sipil yang sedang mengikuti acara festival dan demonstrasi anti-junta, mengakibatkan 40 orang tewas dan sekitar 80 lainnya luka-luka.

Logompn

Published

on

Militer myanmar bom warga di tengah festival bulan purnama, 40 orang tewas
Militer Myanmar Bom Warga di Tengah Festival Bulan Purnama, 40 Orang Tewas | Gambar: AFP

MPN Indonesia 9 Oktober 2025 - Serangan bom udara terjadi di tengah festival bulan purnama Thadingyut di kota Chaung U, Myanmar tengah, pada Senin malam (6/10).

Militer Myanmar menjatuhkan dua bom ke kerumunan warga sipil yang sedang mengikuti acara festival dan demonstrasi anti-junta, mengakibatkan 40 orang tewas dan sekitar 80 lainnya luka-luka.

Korban Hancur Berkeping-keping Imbas Bom

Dikutip dari NDTV, insiden bermula saat ratusan warga berkumpul sekitar pukul 19.00 waktu setempat untuk menghadiri festival Thadingyut serta unjuk rasa anti-junta militer.

Informasi ini disampaikan oleh seorang anggota panitia acara yang identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Menurutnya, kerumunan sempat diberi peringatan, dan sepertiga dari mereka berhasil meninggalkan lokasi sebelum serangan terjadi.

Namun, tidak lama setelahnya, sebuah paralayang bermotor melintas di atas area keramaian dan menjatuhkan dua bom secara langsung ke tengah kerumunan.

“Anak-anak benar-benar tercabik-cabik (hancur karena bom). Sampai pagi ini, kami masih mengumpulkan potongan-potongan tubuh yang hancur dari tanah,” katanya dikutip MPN Indonesia pada Kamis (9/10).

Tuai Kecaman Internasional

Myanmar masih berada dalam konflik internasional yang berkepanjangan sejak kudeta militer pada tahun 2021.

Situasi ini telah memicu perlawanan bersenjata dari kelompok pro-demokrasi dan etnis minoritas yang berupaya menggulingkan kekuasaan militer.

Lembaga HAM, Amnesty International merilis sebuah pernyataan yang menyebut bahwa serangan itu menunjukkan militer Myanmar mengintensifkan kampanye brutal terhadap sekelompok perlawanan.

Amnesty juga menyerukan perlindungan untuk warga sipil Myanmar.

“Harus menjadi peringatan yang mengerikan bahwa warga sipil di Myanmar membutuhkan perlindungan segera,” bunyi rilis tersebut.

Organisasi yang berpusat di London tersebut bahkan meminta blok PBB Asia Tenggara untuk meningkatkan tekanan terhadap junta Myanmar saat ASEAN akan melakukan pertemuan akhir bulan ini.

Baca Juga:  Imbas Konflik Iran vs AS-Israel, RI Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah

“Masyarakat internasional mungkin telah melupakan konflik di Myanmar, tetapi militer Myanmar memanfaatkan berkurangnya pengawasan untuk melakukan kejahatan perang tanpa hukuman,” kata peneliti Amnesty International di Myanmar, Joe Freeman. 

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending