Connect with us

Internasional

Indonesia Berpeluang Ajak India Kerja Sama untuk Program MBG

Menteri Luar Negeri Sugiono ajak India kerja sama dalam program Makan Bergizi Gratis di KTT ASEAN-India 2025 untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan kawasan.

Logompn

Published

on

Indonesia berpeluang ajak india kerja sama untuk program mbg
Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 28 Oktober 2025 - Indonesia membuka peluang kerja sama dengan India dalam pengembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Usulan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-India ke-22 yang berlangsung pada Minggu (26/10) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sugiono menyoroti potensi kedua negara untuk saling berbagi pengalaman guna memperkuat ketahanan pangan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Di Indonesia, Presiden Prabowo telah meluncurkan program makanan bergizi gratis dengan lebih dari 37 juta penerima manfaat,” ujar Sugiono dalam pernyataannya, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemlu RI, Selasa (28/10).

Ia menambahkan bahwa India memiliki program serupa, yaitu Pradan Mantri Poshan Shakti Nirman (PM Poshan), yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan India.

“Kami melihat potensi yang kuat untuk berbagi pengalaman dengan program PM Poshan India guna membangun generasi yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih produktif di seluruh kawasan kita,” ucapnya.

Usulan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat, sekaligus sejalan dengan visi membangun generasi sehat dan produktif di kawasan Asia.

Kerja Sama ASEAN-India dalam Ketahanan Pangan, Pariwisata, dan Maritim

Selain isu ketahanan pangan, Sugiono juga menyinggung beberapa sektor penting lainnya dalam pidatonya di hadapan Perdana Menteri India, Shri Narendra Modi, serta para pemimpin ASEAN.

Di sektor maritim, ia menegaskan pentingnya menjadikan laut sebagai jembatan kolaborasi dan kemajuan bersama antara ASEAN dan India.

“Menjelang tahun kerja sama maritim ASEAN–India pada tahun 2026, marilah kita kembali menempatkan laut di jantung kemitraan kita,” jelas Sugiono.

Baca Juga:  BGN: SPPG Wajibkan Balita dan Ibu Hamil sebagai Penerima Manfaat

Ia menambahkan, memperkuat konektivitas maritim dapat mendorong perdagangan, investasi, pertukaran budaya, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Wilayah laut, menurutnya, telah lama menjadi penghubung antarnegara, dari era rempah-rempah hingga kini menjadi koridor pertumbuhan ekonomi Asia.

Dalam sektor pariwisata, Sugiono menyambut baik pernyataan bersama para pemimpin ASEAN-India mengenai pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Ia menilai pariwisata berkelanjutan mampu mendorong pembangunan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan masyarakat.

“Bagi ASEAN dan India, rumah bagi hampir dua miliar penduduk, pariwisata berkelanjutan menawarkan cara untuk menyeimbangkan kemakmuran dengan pelestarian,” ungkap Sugiono.

Sugiono menegaskan bahwa kemitraan ASEAN-India dibangun atas dasar sejarah panjang, konektivitas erat, dan tujuan bersama dalam mencapai kesejahteraan kawasan.

“Indonesia yakin bahwa dengan memajukan pariwisata berkelanjutan, kerja sama maritim, dan ketahanan pangan, kita dapat menjadikan Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-India semakin relevan dan berdampak bagi rakyat kita,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending