Connect with us

Internasional

Jadi Korban Rasis dan Islamofobia, Zohran Mamdani Difitnah oleh Calon dari Partai Republik AS

Calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menjadi korban serangan rasis dan Islamofobia yang dilancarkan oleh lawan politiknya jelang pemungutan suara.

Logompn

Published

on

Jadi korban rasis dan islamofobia, zohran mamdani difitnah oleh calon dari partai republik as
Jadi Korban Rasis dan Islamofobia, Zohran Mamdani Difitnah oleh Calon dari Partai Republik AS | Gambar: Reuters/Vincent Alban

MPN Indonesia 29 Oktober 2025 - Calon Wali Kota New York dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, menjadi korban serangan rasis dan Islamofobia yang dilancarkan oleh lawan politiknya dari Partai Republik dan sesama Demokrat, menjelang pemungutan suara.

Serangan tersebut mencuat setelah mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, tertawa ketika pembawa acara radio Sid Rosenberg menyatakan bahwa Mamdani akan ‘bersorak’ jika terjadi lagi serangan teror saat menjabat sebagai wali kota.

Mamdani kemudian mengecam serangan tersebut yang digambarkannya sebagai islamofobia yang dihadapi umat Muslim di New York setiap hari.

“Menjadi Muslim di New York berarti menghadapi penghinaan, tetapi penghinaan tidak membuat kita berbeda. Banyak warga New York yang menghadapinya. Toleransi terhadap penghinaan itulah yang membedakannya,” katanya dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera pada Rabu (29/10).

Cuomo Tepis Isu Islamofobia

Sementara itu, juru bicara kampanye Cuomo, dikutip dari NBC News, mengatakan bahwa kandidatnya tidak setuju dengan komentar pembawa acara radio tersebut.

Selama konferensi pers, Cuomo menepis komentar yang ia buat saat menghadiri program Sid Rosenberg.

“Saya tidak menganggap serius komentar itu saat itu, tentu saja saya pikir itu komentar yang menyinggung, titik. Tapi itu bukan keluar dari mulut saya, itu intinya,” katanya.

Ia bahkan menuduh Mamdani berperan sebagai korban meski kenyataannya adalah pelaku.

“Zohran sendirilah yang menciptakan ketegangan dengan komunitas Yahudi, komunitas LGBT, komunitas Italia, komunitas kulit hitam, dan sebagainya. Dia bukan korban, dia pelaku, dan itu taktik politik,” tambah Cuomo.

Mamdani Ungkap Fitnah dan Ancaman selama Kampanye

Mamdani menyampaikan bahwa selama masa kampanye, ia menerima berbagai serangan yang bersifat pribadi dan berbasis agama, termasuk dari iklan kampanye Super Political Action Committees yang menyiratkan bahwa dirinya adalah seorang teroris serta mengejek cara makannya.

Baca Juga:  Update Demo Nepal: 30 Orang Tewas, Belasan Ribu Napi Kabur, Militer Pegang Kekuasaan

Ia menuturkan bahwa kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa menyebarkan tuduhan bahwa dirinya mendukung jihad global saat tampil dalam debat kandidat.

Lebih lanjut, Mamdani menceritakan bahwa bibinya berhenti menggunakan kereta bawah tanah setelah peristiwa 11 September karena merasa tidak aman memakai hijab.

Seorang anggota staf kampanyenya juga mendapati tulisan “teroris” yang disemprotkan di garasi rumah.

Ia bahkan menerima saran agar tidak mengungkapkan identitasnya sebagai Muslim jika ingin memenangkan pemilu.

Meski mengalami tekanan tersebut, Mamdani menyatakan tidak akan menyembunyikan keyakinannya.

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa fokus kampanyenya tetap pada isu keterjangkauan di New York, meskipun lawan-lawan politiknya terus mengalihkan isu ke arah diskriminasi agama.

“Saya pikir jika saya bisa membangun kampanye universalitas, saya bisa mendefinisikan diri saya sebagai pemimpin yang saya cita-citakan, seseorang yang mewakili setiap warga New York, apa pun warna kulit atau agama mereka, di mana pun mereka dilahirkan,” dikutip dari NBC News.

(ADN/NID/RAD)

Trending