Connect with us

Berita

Jadi Pembicara di Vatikan, Menag Ungkap Kesedihan saat Dengar Kabar Duka Paus Fransiskus

Menag Nasaruddin Umar mengenang kedekatannya dengan Paus Fransiskus saat berbicara di Forum Perdamaian Vatikan, menyoroti nilai persaudaraan dan toleransi lintas agama.

Logompn

Published

on

Jadi pembicara di vatikan, menag ungkap kesedihan saat dengar kabar duka paus fransiskus
Jadi Pembicara di Vatikan, Menag Ungkap Kesedihan saat Dengar Kabar Duka Paus Fransiskus. Gambar : Dok. Kemenag

MPN Indonesia 29 Oktober 2025 - Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus.

Hal tersebut ia ungkapkan saat menjadi pembicara dalam Forum Internasional untuk Perdamaian Daring Peace yang digelar di Vatikan, Roma, pada Senin (27/10).

Forum tersebut dipimpin oleh Presiden Komunitas Sant’ Egidio, Marco Impagliazzo, dan dihadiri oleh tokoh lintas agama dari lebih dari 50 negara.

Dalam kesempatan itu, Menag menyoroti nilai-nilai persaudaraan sekaligus mengenang persahabatannya dengan Paus Fransiskus.

“Ketika saya mendengar kabar duka dari Vatikan, saya merasa tak percaya. Semua kenangan tentang Paus Fransiskus muncul di benak saya. Saya merasakan tarikan keras di hati saya,” ujar Nasaruddin dengan nada haru, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi kemenag.go.id, Rabu (29/10).

Menag hadir bersama Staf Ahli Adiyarto Sumardjono, Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono, Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia Junimart Girsang, serta Sekretaris Menteri Akmal Salim Ruhana.

Momen Haru dan Kenangan Bersama Paus Fransiskus

Dalam pidatonya, Nasaruddin menampilkan dua foto kenangan bersama mendiang Paus Fransiskus, yaitu saat dirinya mencium kening paus dan ketika paus mencium tangannya.

Ia sempat terdiam di tengah suasana hening dan emosional.

“Maaf, saya sangat emosional saat ini,” ucapnya, yang disambut tepuk tangan panjang dari para tamu undangan.

Menag juga mengenang banyak momen berharga dalam pertemuan mereka sebelumnya.

Salah satunya adalah ketika Paus Fransiskus membahas Ensiklik Fratelli Tutti yang menekankan pentingnya persaudaraan global dan kemanusiaan tanpa batas agama, ras, maupun bangsa.

Baca Juga:  Iran Tawarkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Menag menanggapi dengan menjelaskan bahwa Islam juga mengajarkan nilai serupa.

“Kami berdua tersenyum, menyadari bahwa kitab suci kami menyampaikan pesan yang sama: bahwa kemanusiaan berada di atas segalanya,” ungkapnya.

Diplomasi Lintas Agama dan Kunjungan Paus ke Indonesia

Momen diplomasi lintas agama antara Indonesia dan Vatikan juga tercermin dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh masyarakat Indonesia dan menjadi tonggak penting dalam penguatan dialog antaragama.

Dalam kesempatan itu, Paus Fransiskus bersama Menag Nasaruddin Umar dan para pemimpin lintas agama Indonesia menandatangani Deklarasi Istiqlal, yang menegaskan komitmen terhadap perdamaian dan persaudaraan global.

Paus Fransiskus juga menyampaikan pesan khusus kepada rakyat Indonesia.

“Menyatu dalam keindahan tanah ini, tempat pertemuan dan dialog antarbudaya dan agama yang beragam. Saya berdoa agar rakyat Indonesia dapat terus bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan kasih sayang. Semoga Tuhan memberkati Indonesia,” tulis Paus Fransiskus.

Menurut Menag, Paus Fransiskus sangat mengagumi keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia, di mana umat Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan kelompok agama lain hidup berdampingan secara damai.

Selain dikenal karena pesan toleransi, Paus Fransiskus juga dikenang atas kepeduliannya terhadap lingkungan hidup.

Dalam Ensiklik Laudato Si, ia mengajak seluruh umat manusia untuk menjaga bumi dan seluruh ciptaan.

“Paus Fransiskus tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi yang lebih penting, beliau menunjukkan pelajaran penting tentang kesederhanaan. Beliau datang ke Indonesia dengan penampilan yang sederhana,” tutur Menag.

Ia menambahkan, “Bagi saya, Paus Fransiskus adalah sosok yang beriman teguh, rendah hati, dan penuh harapan. Bukti nyata akan pelayanan kepada sesama, kebaikan, belas kasih, dan cinta yang mendalam bagi semua ciptaan.”

Baca Juga:  Menlu RI Bertemu dengan Wakil Tetap Palestina di PBB, Ini yang Dibahas

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending