Berita
Gunung Merapi Erupsi, Gugurkan Lava dan Awan Panas hingga 1,8 Km
Gunung Merapi kembali erupsi pada Rabu (29/10) dan Kamis (30/10), meluncurkan guguran lava pijar serta awan panas ke arah barat daya sejauh 1,8 kilometer.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 30 Oktober 2025 - Gunung Merapi kembali mengalami erupsi dengan meluncurkan guguran lava pijar dan awan panas pada Rabu (29/10) dan Kamis (30/10).
Aktivitas vulkanik masih berada pada Level III (Siaga), berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Pada periode pengamatan Rabu (29/10) pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat 10 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.
Sementara itu, pada Kamis (30/10) pukul 00.00–06.00 WIB, teramati tujuh kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Sat/Putih) sejauh 1.800 meter.
BPPTKG menyebutkan, satu kejadian Awan Panas Guguran (APG) juga terjadi, dengan potensi bahaya meliputi sektor selatan hingga barat daya dan tenggara Gunung Merapi.
“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer,” jelas Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya, Kamis (30/10).
Aktivitas Vulkanik dan Cuaca
Selama periode pengamatan, aktivitas vulkanik yang terdeteksi meliputi:
- 1 kali kejadian awan panas guguran (APG)
- 74 kali gempa guguran
- 65 kali gempa hybrid/fase banyak
- 1 kali gempa tektonik jauh
- 29 kali gempa guguran (pada 30/10 pagi)
- 14 kali gempa hybrid/fase banyak (pada 30/10 pagi)
Gunung Merapi, yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut dan berada di perbatasan Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah), saat ini menunjukkan gejala peningkatan suplai magma.
Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga mendung, dengan suhu berkisar 17,4–25,3 °C dan kelembaban hingga 99,4%.
Wilayah Terdampak
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sektor:
Selatan hingga barat daya:
- Sungai Boyong (maksimal 5 km)
- Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km)
Tenggara:
- Sungai Woro (maksimal 3 km)
- Sungai Gendol (maksimal 5 km)
“Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya dan tetap mewaspadai lahar maupun awan panas guguran terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi,” ujarnya.
Selain itu, BPPTKG meminta masyarakat mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dan terus memantau informasi resmi.
Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan ditinjau kembali.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
