Connect with us

Selebriti

Pandji Pragiwaksono Minta Maaf dan Siap Jalani Hukum usai Candaannya Dianggap Menyakiti Warga Toraja

Pandji Pragiwaksono menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Toraja atas materi komedi yang disampaikannya terkait ritual adat Rambu Solo.

Logompn

Published

on

Pandji pragiwaksono minta maaf dan siap jalani hukum usai candaannya dianggap menyakiti warga toraja
Pandji Pragiwaksono Minta Maaf dan Siap Jalani Hukum usai Candaannya Dianggap Menyakiti Warga Toraja | Gambar: YouTube/Pandji Pragiwaksono

MPN Indonesia 5 November 2025 - Komika Pandji Pragiwaksono menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Toraja atas materi komedi yang disampaikannya dalam pertunjukan Mesakke Bangsaku pada 2013 lalu terkait ritual pemakaman Rambu Solo.

Permintaan maaf ini disampaikan melalui sebuah unggahan di akun Instagram @pandji.pragiwaksono pada Selasa (4/11), setelah video lawakan tersebut kembali viral hingga menuai protes keras.

Dalam unggahan tersebut, ia mengaku telah berbicara dengan Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang menceritakan soal makna dan nilai-nilai budaya Toraja.

“Dari obrolan itu, saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai,” ujar Pandji seperti dikutip MPN Indonesia dari keterangan unggahan pada Rabu (5/11).

Konten Viral Pandji soal Adat Toraja

Materi komedi Pandji yang dipersoalkan memuat pernyataan bahwa warga Toraja bisa jatuh miskin karena biaya besar untuk menggelar ritual pemakaman Rambu Solo.

Pandji juga menyebut jika keluarga tidak memiliki dana maka jenazah akan dibiarkan begitu saja di rumah. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai hal yang menimbulkan kesan horor bagi tamu yang datang.

Potongan video berdurasi 1 menit 44 detik yang memuat cuplikan candaan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik, terutama dari masyarakat adat Toraja.

Prilki Prakasa Randan dari Aliansi Pemuda Toraja pun melaporkan Pandji ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan penghinaan dan pelecehan adat.

“Kami pemuda Toraja secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana ini ke Bareskrim Mabes Polri… Pandji Pragiwaksono menjadikan ritual adat Rambu Solo masyarakat Toraja sebagai bahan olok-olokan dalam komedinya dan mengundang audiensi menertawakan adat ritual tersebut,” tulisnya dalam rilis pada Senin (3/11).

Baca Juga:  Kembali Buka Suara, DJ Panda Singgung soal Parodi Erika Carlina

Siap Jalani Proses Hukum

Saat ini, Pandji menghadapi dua proses hukum secara paralel, yaitu proses hukum negara karena adanya laporan ke Bareskrim Polri, dan proses hukum adat yang hanya dapat dilakukan di Toraja.

Rukka juga menyatakan kesediaannya menjadi fasilitator dalam pertemuan antara Pandji dan perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja sebagai bagian dari penyelesaian secara adat.

Dalam pernyataannya, Pandji mengaku siap untuk menjalani proses hukum tersebut.

“Saya akan berusaha mengambil langkah itu. Namun, bila secara waktu tidak memungkinkan saya akan menghormati dan menjalani proses hukum negara yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pandji menyatakan akan mengambil pelajaran dari kejadian ini dan menjadikannya momen untuk memperbaiki diri sebagai komedian.

Ia berharap insiden ini tidak menyurutkan semangat para komika untuk mengangkat isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), namun tetap menyampaikannya dengan lebih bijak.

“Yang penting bukan berhenti membicarakan SARA, tapi bagaimana membicarakannya tanpa merendahkan atau menjelek-jelekkan,” pungkas Pandji.

(ELG/NID/RAD)

Trending