Connect with us

Teknologi

Gunakan Aturan Terbaru, ChatGPT Tak Bisa Sarankan Hukum Keuangan

OpenAI resmi memperbarui kebijakan ChatGPT yang kini dilarang memberi saran terkait kesehatan, hukum, dan keuangan.

Logompn

Published

on

Gunakan aturan terbaru, chatgpt tak bisa sarankan hukum keuangan
Gunakan Aturan Terbaru, ChatGPT Tak Bisa Sarankan Hukum Keuangan | Gambar: Cap Formation

MPN Indonesia 8 November 2025 - ChatGPT, platform kecerdasan buatan (AI) milik OpenAI, resmi memperbarui kebijakan internalnya sejak Rabu (29/10).

Berdasarkan aturan terbaru ini, ChatGPT tidak lagi diizinkan memberikan saran terkait kesehatan, hukum, dan keuangan kepada penggunanya.

Perubahan kebijakan ini berdampak langsung pada keterbatasan interaksi chatbot AI dalam topik-topik berisiko tinggi.

ChatGPT kini hanya memberikan penjelasan prinsip umum atau mekanisme dari topik tertentu tanpa menyarankan tindakan spesifik.

Pengguna diarahkan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter, pengacara, atau penasihat keuangan profesional.

“Tidak boleh lagi menyebutkan nama obat atau memberikan dosis. Tidak boleh ada lagi template tuntutan hukum. Tidak ada lagi lihat investasi atau saran jual/beli,” demikian isi aturan baru ChatGPT dikutip MPN Indonesia dari media Eropa, NEXTA, pada Rabu (5/11).

Pembatasan pada Topik Berisiko Tinggi

Kebijakan baru ini berlaku menyeluruh, mencakup seluruh fitur dan respons AI dalam tiga bidang utama tersebut.

ChatGPT hanya diperbolehkan menjelaskan konsep seperti ETF (exchange traded fund), namun tidak dapat memberikan strategi investasi.

Hal ini karena sistem tidak memiliki informasi keuangan pribadi pengguna, seperti rasio utang terhadap pendapatan atau tujuan pensiun.

Selama ini, sebagian pengguna memanfaatkan ChatGPT untuk berbagai kebutuhan, termasuk terapi.

Namun, ChatGPT tidak memiliki pengalaman langsung sebagai terapis, tidak mampu membaca bahasa tubuh, serta tidak memiliki kapasitas empati.

Berbeda dengan terapis berlisensi yang terikat mandat hukum, ChatGPT tidak memiliki kewajiban hukum untuk melindungi pengguna dari risiko atau bahaya.

Selain itu, ChatGPT juga tidak dapat digunakan dalam kondisi darurat.

Misalnya, jika seseorang mencium bau karbon monoksida, tidak disarankan menanyakan bahaya tersebut kepada ChatGPT.

Baca Juga:  Deepseek Diblokir di Beberapa Negara Karena Isu Keamanan, Gimana dengan Indonesia?

Model bahasa besar seperti GPT-4o yang digunakan platform ini tidak mampu mendeteksi gas, bau, atau mengirim bantuan darurat, sehingga tidak efektif dalam situasi berisiko tinggi.

Keterbatasan Akses Real-Time

Meskipun OpenAI telah meluncurkan fitur ChatGPT Search pada akhir 2024 yang memungkinkan pencarian halaman web serta data pasar terbaru, fitur tersebut tidak bekerja secara otomatis.

ChatGPT tetap membutuhkan prompt baru untuk memperbarui informasi, sehingga kurang efektif dalam pemantauan berita atau harga secara real-time.

Risiko terhadap data pribadi pengguna juga menjadi perhatian utama. Informasi sensitif seperti penghasilan, nomor Jaminan Sosial, rute bank, kontrak klien, rekam medis, dan nomor paspor yang dimasukkan pengguna berpotensi menjadi bagian dari data pelatihan model.

“Apa pun yang pengguna bagikan, termasuk penghasilan, nomor Jaminan Sosial, atau informasi rute bank, kemungkinan besar akan menjadi bagian dari data pelatihan ChatGPT,” demikian dikutip dari IBTimes UK.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending