Lifestyle
Berhenti Stalking Mantan! Begini Dampak Nyatanya untuk Kondisi Mental
Perilaku stalking mantan setelah putus dapat berdampak serius pada mental. Ketahui penyebab, bahaya psikologis, dampak bagi korban, hingga cara sehat untuk berhenti.
MPN Indonesia 19 November 2025 - Putus cinta sering dianggap sebagai bagian alami dari perjalanan hubungan, tetapi kenyataannya tidak selalu mudah dilalui.
Bagi sebagian orang, patah hati dapat menjadi pengalaman emosional yang panjang.
Salah satu perilaku yang kerap muncul setelah hubungan berakhir adalah stalking mantan, yaitu memantau kehidupan mereka secara diam-diam, terutama melalui media sosial.
Berbagai kajian psikologi menunjukkan bahwa perilaku ini bukan hanya tidak sehat, tetapi juga dapat menghambat pemulihan emosional.
Apa yang awalnya sekadar rasa ingin tahu perlahan bisa berubah menjadi kebiasaan obsesif yang memengaruhi kondisi mental.
Artikel ini akan membahas apa itu stalking, alasan perilaku tersebut sering terjadi setelah putus, dampak psikologisnya, serta cara paling sehat untuk mengatasinya.
Apa Itu Stalking dalam Konteks Hubungan?
Dalam konteks hubungan, stalking merujuk pada tindakan mengamati aktivitas seseorang secara diam-diam, baik secara langsung maupun lewat media digital.
Perilaku ini dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti:
- Mengirim pesan atau telepon berulang kali
- Membuat akun palsu untuk memantau
- Mengikuti seseorang ke tempat kerja, sekolah, atau rumah
- Menggunakan GPS, kamera tersembunyi, atau metode pelacakan lain
- Mengawasi unggahan media sosial, story, hingga aktivitas real-time
Secara psikologis, stalking dapat menciptakan rasa terancam pada korban, sementara pelakunya berpotensi mengalami ketergantungan emosional dan obsesi.
Mengapa Stalking Mudah Terjadi Setelah Putus?
1. Kesedihan yang Belum Terproses
Rasa sedih, marah, atau kecewa dapat memicu seseorang ingin tahu kondisi mantan, termasuk apakah mereka sudah menemukan pasangan baru.
2. Ketakutan untuk Melangkah Maju
Mengamati kehidupan mantan terasa lebih mudah daripada menghadapi kenyataan bahwa hubungan telah berakhir dan harus memulai masa depan baru.
3. Rasa Penasaran yang Tidak Terjawab
Sebagian orang tetap mencari “penjelasan tambahan” meskipun hubungan telah selesai, meskipun jawaban tersebut mungkin tidak akan pernah ada.
4. Kemudahan Teknologi
Media sosial membuat stalking semakin mudah dilakukan tanpa risiko ketahuan.
5. Kebiasaan Lama yang Tidak Terputus
Saat bersama, mengetahui aktivitas pasangan adalah hal biasa. Setelah putus, kebiasaan tersebut sering kali sulit dihilangkan.
Dampak Psikologis Stalking Mantan
Berbagai penelitian dan laporan praktisi kesehatan mental menunjukkan bahwa stalking mantan dapat menimbulkan konsekuensi serius, baik pada pelaku maupun korban.
1. Semakin Sulit Move On
Mengawasi kehidupan mantan membuat seseorang terus berada dalam lingkaran emosional yang sama. Setiap unggahan atau perubahan status bisa memicu emosi lama.
Psikolog Tarra C. Marshall dari Brunel University menemukan bahwa perilaku ini meningkatkan emosi negatif seperti marah, kecewa, rasa bersalah, kebingungan, dan kebencian. Proses penyembuhan pun menjadi lebih lambat.
2. Emosi Tidak Stabil
Melihat mantan tampak bahagia atau mulai dekat dengan orang baru dapat memicu perubahan suasana hati yang drastis.
3. Risiko Depresi dan Stres Berkepanjangan
Ketika apa yang dilihat tidak sesuai ekspektasi, kesedihan dapat berubah menjadi stres dan meningkatkan risiko depresi.
4. Menurunnya Kepercayaan Diri
Perbandingan sosial membuat seseorang merasa tidak cukup baik, kalah menarik, atau tertinggal dari mantan.
5. Meningkatkan Kecemasan hingga Mengganggu Fungsi Sosial
Kebiasaan terus memeriksa akun mantan dapat menimbulkan kecemasan, mengganggu fokus, serta menurunkan produktivitas.
6. Berpotensi Menimbulkan Gangguan Kejiwaan
Jika dilakukan berlarut-larut dan mengganggu rutinitas, stalking dapat berkembang menjadi obsesi yang memerlukan bantuan profesional.
Dampak Stalking Terhadap Korban
Korban stalking dapat mengalami:
- Kecemasan berlebih
- Gangguan tidur
- Perasaan tidak aman
- Trauma
- Penurunan produktivitas
- Isolasi sosial
- Ketakutan saat melakukan aktivitas sehari-hari
- Kehilangan kepercayaan kepada orang lain
Dalam beberapa kasus, korban juga dapat merasakan gejala psikosomatik seperti sakit kepala, mual, atau sakit perut.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban Stalking?
1. Komunikasikan dengan Tegas
Sebagian pelaku mungkin tidak sadar bahwa tindakannya membuat orang lain tidak nyaman. Sampaikan keberatan secara jelas.
2. Simpan Bukti
Simpan screenshot, rekaman pesan, atau bukti lain jika situasi semakin mengancam.
3. Perkuat Keamanan Pribadi
- Ubah rute perjalanan
- Kunci akun media sosial
- Ganti kata sandi secara berkala
- Hindari membagikan lokasi
4. Beri Tahu Orang Terdekat
Dukungan emosional penting agar korban tidak menghadapi masalah sendirian.
Stalking Positif yang Tetap Etis
Dalam situasi tertentu, mencari informasi seseorang diperlukan, misalnya untuk pekerjaan atau keamanan. Perilaku ini tetap harus dilakukan secara etis:
- Hanya mengakses informasi publik
- Memiliki tujuan jelas dan positif
- Tidak menggali terlalu dalam
- Tidak menginvasi privasi
- Menggunakan informasi dengan bijaksana
Cara Move On Tanpa Harus Stalking Mantan
- Kembali ke rutinitas harian
- Mengenali dan menghargai diri sendiri
- Membiarkan emosi mengalir secara alami
- Menerapkan pola hidup sehat: olahraga, makan bergizi, tidur cukup
- Mulai membangun kehidupan baru yang lebih bermakna
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
