Connect with us

Viral

Dosen Wanita Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Semarang

Dosen wanita berusia 35 tahun ditemukan meninggal di hotel Gajahmungkur Semarang. Polisi melakukan penyelidikan dan memastikan tidak ada tanda kekerasan.

Logompn

Published

on

Dosen wanita ditemukan tewas di kamar hotel semarang
Ilustrasi Garis Polisi. Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Tengah, MPN Indonesia 19 November 2025 - Seorang dosen wanita ditemukan meninggal dunia di dalam kamar sebuah hotel di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (17/11) sekitar pukul 05.40 WIB.

Korban berinisial D, berusia 35 tahun, dan merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang.

Penemuan mayat ini berawal dari laporan seorang pria berinisial B kepada pihak hotel yang menyebut ada pengunjung tergeletak di dalam kamar nomor 210.

Insiden tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah unggahan akun Instagram @smg_repostt pada Senin (17/11) viral di media sosial.

“Kota Semarang kembali digegerkan penemuan jenzh tepatnya di sebuah kamar Hotel Mimpi Inn wilayah Gajahmungkur,” tulis akun itu dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (19/11).

Pihak hotel kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, mengonfirmasi bahwa korban merupakan dosen lawas asal Purwokerto.

“Korban perempuan asal Purwokerto, inisial D, umur 35 tahun, diketahuinya itu jam sekitar jam 04.30 WIB,” ujar AKP Nasoir saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (18/11).

Ia juga menjelaskan bahwa korban datang ke hotel bersama seorang pria dan menginap di kamar yang sama.

Kronologi dan Penanganan Awal

AKP Nasoir menyampaikan bahwa korban sempat dua hari berturut-turut berobat ke RS Tlogorejo pada 15 dan 16 November sebelum ditemukan meninggal.

“Dua hari sebelumnya berdua dengan lelaki yang ada di satu kamar itu, sempat berobat ke RS Tlogorejo juga dua hari berturut-turut tanggal 15–16, terus disarankan dokter untuk rawat jalan,” jelasnya.

Pria yang bersama korban dimintai keterangan namun tidak diamankan karena dugaan sementara korban meninggal akibat sakit.

Baca Juga:  Pemprov Jawa Tengah Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan Mulai 8 April 2025

“(Laki-laki) nggak kita amankan. Cuma kemarin sempat kita minta keterangan terkait kronologi saja, karena dugaan awal meninggalnya karena sakit,” ungkap AKP Nasoir.

Berdasarkan pemeriksaan tim Inafis dan dokter RSUP Dr Kariadi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Identitas Pendamping dan Proses Pendalaman

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menyatakan bahwa keluarga telah meminta autopsi terhadap jenazah.

Terkait identitas pria yang bersama korban, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.

“(Laki-laki itu polisi?) Kita masih dalami dulu, setelah semua selesai, keluarga juga minta autopsi dulu,” tutur AKBP Andika.

Ia menegaskan bahwa pria tersebut tidak diamankan karena tidak ditemukan unsur kekerasan.

Dalam keterangan terpisah, Kapolsek Gajahmungkur AKP Nasoir memastikan bahwa pria yang bersama korban merupakan anggota Polri yang berdomisili di Perumahan Kampung Semawis, Kedungmundu, Tembalang.

“(Perempuan) dosen FH Untag. (Laki-lakinya beralamat di) Perumahan Kampung Semawis, Kedungmundu Tembalang. (Kerjanya?) Anggota Polri,” imbuhAKP Nasoir.

Tanggapan Polda Jawa Tengah

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, menyampaikan bahwa dirinya belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.

“Saya belum dapat laporan resmi, saya baru dapat dari berita aja. Saya konfirmasi dulu dari Polrestabes,” pungkas Kombes Artanto.

Menanggapi pertanyaan mengenai informasi bahwa pria pendamping merupakan anggota Polda Jateng berinisial AKBP B, ia mengatakan masih akan melakukan pendalaman.

(AKM/NID/RAD)

Trending