Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Izinkan ASN Pemprov Jabar Tidak Ngantor saat Ibu Ulang Tahun

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan izin kepada ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tidak masuk kantor pada hari ulang tahun ibu mereka.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi izinkan asn pemprov jabar tidak ngantor saat ibu ulang tahun
Dedi Mulyadi Izinkan ASN Pemprov Jabar Tidak Ngantor saat Ibu Ulang Tahun | Gambar: Instagram/@jabarprovgoid

Jawa Barat, MPN Indonesia 20 November 2025 - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan izin kepada aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tidak masuk kantor pada hari ulang tahun ibu mereka.

Hal ini disampaikan Dedi saat memberikan Pembinaan Kepegawaian Tahun 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Kota Bandung, pada Selasa (18/11).

“Bagi ASN yang ibunya sakit, apalagi sakit stroke, saya beri cuti untuk merawat. Saya orang yang sangat mencintai ibu,” ujarnya seperti dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Pemprov Jawa Barat, Kamis (20/11).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai keluarga yang dinilai penting dalam sistem pemerintahan.

Ia bahkan memperbolehkan ASN untuk tidak masuk kantor saat ibunya ulang tahun.

“Saya memberikan ruang bagi ASN, ketika ibunya ulang tahun, boleh tidak masuk kantor. Ini bentuk penghargaan terhadap nilai keluarga,” tambahnya.

Kerja Fleksibel untuk Efisiensi dan Produktivitas

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat membahas bahwa digitalisasi memungkinkan ASN tetap produktif meski tidak hadir secara fisik di kantor.

“Digitalisasi memberikan ruang luwes bagi ASN untuk tetap produktif tanpa kehilangan perannya dalam keluarga,” kata Dedi.

Dedi menyebutkan bahwa paradigma kehadiran fisik di kantor tidak lagi menjadi satu-satunya indikator kinerja. Ia menilai kualitas output lebih penting daripada presensi.

“Paradigma rajin ke kantor tidak lagi relevan sebagai tolok ukur kerja di zaman sekarang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa mekanisme kerja dari rumah (work from home/WFH) didorong sebagai bentuk efisiensi dan fleksibilitas dalam sistem kerja ASN.

Menurutnya, hal ini dapat mengurangi beban operasional seperti biaya listrik, air, jaringan internet, hingga bahan bakar kendaraan dinas.

Baca Juga:  Momen Evakuasi Pasien saat Atap Klinik di Cirebon Ambruk Diterjang Angin Puting Beliung

“Jangan terlalu banyak orang di kantor jika tidak produktif. Kinerja ASN itu soal kualitas output. Saya sendiri jarang di kantor, lebih banyak keliling mengeksekusi masalah,” katanya.

Arahan Kepada BKD dan Sekda

Dedi menginstruksikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Dedi Supandi, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, untuk mengatur agar jumlah ASN yang bekerja di kantor tidak berlebihan.

Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan tetap produktif meski dengan kehadiran fisik yang terbatas.

Dedi juga menyatakan perhatian khusus terhadap ASN yang bekerja di lapangan dan menghadapi risiko tinggi. Ia berkomitmen akan meningkatkan tunjangan bagi mereka.

“Saya berkomitmen, bagi para pegawai lapangan yang penuh dengan risiko, risiko menutup tambang, ancaman, mengawasi pekerjaan bangunan, jalan, jembatan, irigasi, segala macam, saya pun akan meningkatkan tunjangan,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending