Connect with us

Berita

Banjir Besar Terjang Padang Pariaman, Lebih dari 9.000 Jiwa Terdampak

Banjir besar di Padang Pariaman, Sumbar, berdampak pada 9.228 jiwa dan merusak ribuan rumah serta infrastruktur.

Logompn

Published

on

Banjir besar terjang padang pariaman, lebih dari 9.000 jiwa terdampak
Banjir di Padang Pariaman. Gambar: Dok. BNPB

MPN Indonesia 25 November 2025 - Banjir besar melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, sejak Sabtu (22/11), akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus.

Data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat mencatat sebanyak 9.228 jiwa terdampak banjir hingga Selasa (25/11).

Banjir juga disertai dengan tanah longsor dan cuaca ekstrem yang masih berlangsung di beberapa wilayah.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menetapkan status tanggap darurat menyusul hasil kaji cepat di lapangan.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menginstruksikan seluruh personel BPBD, Satpol PP Damkar, serta ASN untuk membantu penanganan langsung di lapangan.

“Semua personel terkait harus bergerak cepat, fokus pada keselamatan warga dan penanganan darurat,” kata JKA.

Banjir disebabkan oleh meluapnya empat sungai, yaitu Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan, yang menggenangi permukiman warga di tujuh kecamatan dan 21 nagari.

Selain kerusakan rumah dan infrastruktur, kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan balita turut terdampak.

Dampak Banjir dan Sebaran Lokasi

Banjir melanda sejumlah kecamatan di Padang Pariaman, yaitu:

  • Lubuk Alung
  • Batang Anai
  • Sintuak Toboh Gadang
  • Ulakan Tapakih
  • 2×11 Anam Lingkung
  • Lingkung
  • Nan Sabaris
  • V Koto

Sebanyak 21 nagari yang terdampak di antaranya:

  • Nagari Lubuk Alung
  • Kasang
  • Katapiang
  • Sicincin
  • Lubuak Pandan
  • Sunua Tengah
  • Pauah Kamba
  • Campago

Kerusakan tercatat pada:

  • 3.076 rumah terendam dengan ketinggian air 30–150 cm
  • 2 rumah rusak
  • 138 hektare sawah terendam
  • 26 hektare ladang dan kebun terdampak
  • 2 unit akses jalan rusak (termasuk depan RSUD Padang Pariaman)
  • 2 jembatan rusak
  • 1 unit bendungan rusak
  • 2 unit saluran irigasi rusak
  • 1 fasilitas pendidikan terdampak
  • 2 titik badan jalan tertimbun longsoran di Korong Asam Pulau Nagari Anduriang dan Nagari Sikucua Barat
Baca Juga:  Bripka di NTB yang Punggungnya Rela jadi Jembatan Mendapat Apresiasi Netizen dan Pimpinan Polri

Penanganan Darurat dan Bantuan Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menyiapkan delapan titik dapur darurat serta 2.000 paket makanan siap saji yang didistribusikan ke lokasi terdampak.

BPBD bersama TNI–Polri, relawan, dan pemerintah nagari masih terus melakukan evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan.

Kelompok rentan yang terdampak meliputi:

  • 11 ibu hamil
  • 44 balita
  • 92 lansia
  • 111 orang dewasa dengan kebutuhan khusus

Juru Bicara BPBD Sumatera Barat, Ilham Wahab, menyampaikan bahwa hujan deras membuat aliran sungai meluap dan tidak mampu menampung debit air.

“Total 9.228 jiwa terdampak, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia,” ujarnya, Selasa (25/11) melalui laporan resminya.

“Saat ini air di beberapa titik sudah mulai surut, tetapi potensi hujan masih ada sehingga kami tetap siaga di lapangan,” sambungnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memperkirakan hujan masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah Sumatra Barat dalam beberapa hari ke depan.

BPBD dan BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjauhi tepi sungai, dan segera melaporkan apabila debit air meningkat.

Pemerintah juga terus memantau kondisi lapangan dan melakukan koordinasi antarinstansi guna mempercepat penanganan bencana alam yang melanda Padang Pariaman.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending