Politik
Purbaya Ultimatum Bea Cukai: Jika Tak Bisa Perbaiki Kinerja, 16.000 Pegawai Bisa Dirumahkan
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberi batas satu tahun bagi Bea Cukai untuk memperbaiki kinerja. Jika gagal, DJBC terancam dibekukan dan digantikan pihak ketiga.
MPN Indonesia 28 November 2025 - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memberi ultimatum tegas kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Ia menegaskan bahwa Bea Cukai harus memperbaiki kinerja dalam waktu satu tahun, atau instansi tersebut berisiko dibekukan dan digantikan oleh pihak ketiga.
“Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih nggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi,” ujar Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (27/11).
Ia menekankan bahwa 16.000 pegawai DJBC akan terdampak jika pembenahan gagal.
“Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar dan siap untuk mengubah keadaan,” tambahnya.
Purbaya mengaku telah meminta Presiden Prabowo Subianto agar memberinya waktu satu tahun untuk melakukan reformasi menyeluruh di DJBC tanpa gangguan.
Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan didorong emosi, tetapi merupakan respons terhadap laporan penyimpangan yang terus mencuat.
Sorotan Publik terhadap Citra Bea Cukai
Purbaya menyampaikan bahwa citra DJBC di masyarakat saat ini masih negatif.
Keluhan pelaku usaha hingga pengakuan pedagang pakaian bekas mengenai dugaan pungutan mencapai Rp550 juta untuk meloloskan kontainer impor semakin memperburuk reputasi instansi tersebut.
“Image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius,” jelasnya.
Kondisi serupa juga ditemui saat inspeksi ke Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak dan Balai Laboratorium Bea dan Cukai Kelas II Surabaya pada Selasa (11/11).
Dalam kunjungan itu, Purbaya menemukan kejanggalan nilai impor, seperti submersible pump yang tercatat hanya senilai 7 dollar AS atau sekitar Rp117.000, padahal harga pasar mencapai Rp40-50 juta per unit.
Temuan tersebut diduga sebagai indikasi praktik underinvoicing.
Langkah Reformasi dan Teknologi AI
Untuk mempercepat pembenahan, Purbaya mulai menerapkan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) di sejumlah titik operasional Bea Cukai.
Teknologi ini diharapkan mempercepat proses kepabeanan dan mendeteksi dini praktik underinvoicing.
“Kita sudah mulai terapkan AI-AI di stasiun-stasiun Bea Cukai, jadi nanti under invoicing akan cepat terdeteksi sambil kita perbaiki yang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai langkah reformasi telah dibahas bersama jajaran pimpinan dan staf Bea Cukai.
Risiko pembekuan DJBC, seperti yang pernah terjadi pada era Orde Baru ketika tugas Bea Cukai dialihkan kepada perusahaan Swiss Societe Generale de Surveillance (SGS), disebut masih mungkin terulang jika perbaikan tidak berjalan.
Penerimaan Kepabeanan per Oktober 2025
Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp249,3 triliun per Oktober 2025.
Angka ini setara dengan 82,7 persen target APBN 2025, dengan kontribusi meningkat dari bea keluar dan cukai.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
