Berita
Kemenhut Selidiki Sumber Gelondongan Kayu yang Terseret Banjir di Sumut
Kemenhut menyebut gelondongan kayu yang terbawa banjir di Sumatra Utara diduga berasal dari area penggunaan lain (APL) milik Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT).
MPN Indonesia 30 November 2025 - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan bahwa gelondongan kayu yang terbawa arus banjir di Sumatra Utara diduga berasal dari area penggunaan lain (APL) milik Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT).
Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11).
“Kita deteksi bahwa itu dari PHAT di APL. PHAT adalah Pemegang Hak Atas Tanah. Di area penebangan yang kita deteksi dari PHAT itu di APL, memang secara mekanisme untuk kayu-kayu yang tumbuh alami itu mengikuti regulasi kehutanan, dalam hal ini adalah SIPU, Sistem Informasi Penataan Hasil Hutan,” ujar Dwi Januanto dalam keterangannya.
Menurutnya, dugaan sementara menunjukkan bahwa kayu-kayu tersebut merupakan bekas tebangan lama yang sudah lapuk dan kemudian terseret banjir.
Namun, ia menegaskan bahwa proses verifikasi di lapangan masih berjalan untuk memastikan temuan tersebut.
“Kawan-kawan masih ngecek, ya tapi kita sinyalir ke situ,” jelasnya ketika ditanya soal kemungkinan terkait praktik pencucian kayu ilegal melalui skema PHAT.
Operasi Gakkum dan Potensi Modus Ilegal
Dwi menjelaskan bahwa Gakkum Kemenhut secara rutin melakukan operasi untuk mengungkap berbagai modus pencurian kayu ilegal melalui PHAT.
Operasi tersebut juga mencakup wilayah yang kini terdampak banjir di Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kemenhut tidak menutup kemungkinan bahwa gelondongan kayu yang terlihat dalam video yang beredar merupakan bagian dari modus pencucian kayu ilegal.
Namun, kepastian mengenai hal itu masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Video Viral dan Sorotan Publik
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan gelondongan kayu terbawa arus banjir.
Lokasi dalam video diduga berada di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, keduanya termasuk wilayah Sumatra Utara.
Kemunculan kayu tersebut mendapat perhatian publik karena sejumlah pengguna media sosial mengaitkannya dengan isu deforestasi yang disebut memperparah dampak banjir dan longsor di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
