Connect with us

Internasional

Sri Lanka Diterjang Banjir, 123 Orang Dikabarkan Tewas

Banjir besar dan tanah longsor yang melanda Sri Lanka telah menewaskan 123 warga, sementara 130 orang dilaporkan masih hilang hingga Sabtu (29/11).

Logompn

Published

on

Sri lanka diterjang banjir, 123 orang dikabarkan tewas
Sri Lanka Diterjang Banjir, 123 Orang Dikabarkan Tewas | Gambar: AP Photo/Eranga Jayawardena

MPN Indonesia 30 November 2025 - Banjir besar dan tanah longsor yang melanda Sri Lanka telah menewaskan 123 warga, sementara 130 orang dilaporkan masih hilang hingga Sabtu (29/11).

Pusat Penanggulangan Bencana (Disaster Management Centre/DMC) menyebut bahwa jumlah korban tewas meningkat seiring ditemukannya jenazah di wilayah tengah.

Wilayah tersebut disebut menjadi yang paling parah, di mana para korban terkubur hidup-hidup akibat longsor.

Akibat peristiwa tersebut, pemerintah terpaksa mengerahkan tentara untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan.

Pemerintah Tutup Akses

Mengutip informasi dari AP News, Sri Lanka tengah dilanda cuaca buruk sejak minggu lalu.

Kondisi ini kemudian semakin memburuk pada Kamis (27/11) saat hujan lebat membanjiri rumah, ladang, serta jalan hingga memicu longsor.

Sebagian waduk dan sungai meluap menutupi jalan. Pihak berwenang terpaksa menghentikan kereta dan menutup jalan di banyak wilayah usai material longsor dan pohon tumbang memenuhi jalan dan rel kereta.

hujan deras mengguyur seluruh wilayah Sri Lanka dalam sepekan terakhir, dengan beberapa daerah mengalami curah hujan hingga 360 milimeter dalam waktu 24 jam.

Banjir menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan permukiman, serta memutus akses ke sejumlah desa.

Berdasarkan data DMC, setidaknya 3.000 rumah mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor, dan lebih dari 18.000 warga telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara.

Sejumlah warga yang terdampak banjir terpaksa meninggalkan rumah mereka. Salah satunya adalah V. S. A. Ratnayake, 56 tahun, warga Kaduwela, sebuah kota di pinggiran Kolombo.

“Saya rasa ini bisa menjadi banjir terburuk di daerah kami selama tiga dekade… Saya ingat banjir di tahun 1990-an ketika rumah saya terendam air setinggi tujuh kaki,” ujar Ratnayake, dikutip MPN Indonesia dari AFP, Sabtu (29/11).

Baca Juga:  Tak Rela Uang Donasi Rp1,3 M Didonasikan ke Korban Bencana, Agus Salim: Saya Tidak Ikhlas Dunia Akhirat

Upaya Penyelamatan dan Evakuasi

Sebagai upaya penyelamatan, tentara Sri Lanka bersama helikopter dan kapal angkatan laut melakukan berbagai operasi penyelamatan.

Mereka mengevakuasi warga yang terperangkap di atap rumah, puncak pohon, dan desa-desa yang terisolasi akibat banjir.

Di sisi lain, Direktur Jenderal DMC, Sampath Kotuwegoda, menyatakan bahwa operasi bantuan sedang berlangsung.

Ia menambahkan bahwa sebanyak 43.995 orang telah dievakuasi ke pusat-pusat pengungsian pemerintah setelah rumah mereka hancur diterjang hujan deras.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending