Connect with us

Berita

Sambil Menangis, Bupati Aceh Utara ‘Angkat Tangan’ Tak Sanggup Lagi Atasi Banjir

Bupati Aceh Utara mengirim surat ke Prabowo yang berisi pernyataan ketidaksanggupannya dalam menangani bencana alam banjir dan longsor yang melanda wilayahnya sejak 26 November 2025.

Logompn

Published

on

Bupati aceh utara 'angkat tangan' tak sanggup lagi atasi banjir
Bupati Aceh Utara 'Angkat Tangan' Tak Sanggup Lagi Atasi Banjir | Gambar: Ilustrasi Canva

Aceh, MPN Indonesia 4 Desember 2025 - Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil alias Ayahwa, menyurati Presiden Prabowo Subianto dengan menyatakan ketidaksanggupannya dalam menangani bencana alam banjir dan longsor yang melanda wilayahnya sejak 26 November 2025.

Dalam konferensi pers di Pendopo Bupati yang dijadikan posko tanggap darurat, Ayahwa membacakan surat tersebut sambil menangis.

“Kami menyatakan ketidakmampuan upaya penanganan darurat bencana dan memohon kepada Bapak Presiden agar kiranya membantu penanganan banjir di Kabupaten Aceh Utara,” ujarnya di hadapan awak media, Rabu (3/12).

Kirim Surat ke Prabowo

Pernyataan ketidaksanggupan tersebut ditegaskan melalui surat resmi bernomor 400/1832/2025 tertanggal 2 Desember 2025, yang ditujukan kepada Prabowo.

Dalam surat itu, Ayahwa menyatakan bahwa daya rusak banjir yang terjadi pada 26 November 2025 melebihi dampak tsunami Aceh tahun 2004 yang hanya merusak wilayah pesisir.

“Sedangkan Bencana Alam Banjir yang terjadi pada tanggal 26 November 2025 daya rusaknya meliputi seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara baik pesisir maupun pedalaman yang terdiri dari 27 kecamatan dan 852 Gampong/Desa,” bunyi surat tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (4/12).

Dalam surat tersebut, disebutkan juga jumlah korban jiwa serta kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang dan longsor di sana.

“Sampai hari ke-8 Bencana Alam Banjir telah merenggut 121 nyawa manusia dan korban hilang 118 jiwa, serta mengakibatkan rusaknya infrastruktur publik, hilangnya tempat tinggal masyarakat di beberapa gampong dan sebagian besar mengalami rusak berat,” demikian isi surat.

Menurut Bupati Aceh Utara, banyak wilayah masih terisolasi akibat tingginya genangan air dan akses jalan yang terputus karena material kayu, lumpur tebal, serta pohon dan tiang listrik yang tumbang.

Baca Juga:  Pemkot Tangerang Perpanjang Status Siaga Bencana Hidrometeorologi

Ayahwa mengungkapkan bahwa sejak hari pertama bencana, pihaknya telah meminta bantuan helikopter untuk evakuasi dan distribusi logistik, namun hingga Rabu belum ada respon.

Selain itu, permintaan tambahan 350 ton beras ke Bulog juga belum terpenuhi sementara pasokan logistik dan kebutuhan pokok warga semakin menipis.

“Tolong lihat penderitaan rakyat kami, jangan anggap ini bencana biasa,” ujar Ayahwa dalam konferensi pers.

Pernyataan Serupa oleh 4 Bupati

Sebelumnya, empat bupati lain di Provinsi Aceh juga sudah lebih dulu menyatakan ketidaksanggupan dalam menangani bencana serupa di wilayah masing-masing.

Empat bupati tersebut, ialah Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.

Menanggapi hal ini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan bahwa pemerintah pusat akan turun tangan.

“Pasti kita akan back-up, dari provinsi maupun dari pusat. Ini all-out semua untuk secepat mungkin diminta atau tidak diminta,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending