Connect with us

Sosial

Pemkot Tangerang Perpanjang Status Siaga Bencana Hidrometeorologi

Pemerintah Kota Tangerang memperpanjang Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 11 Februari 2025. BPBD mengimbau masyarakat waspada.

Actress 1299250

Published

on

Pemkot Tangerang Perpanjang Status Siaga Bencana Hidrometeorologi
Pemkot Tangerang Perpanjang Status Siaga Bencana Hidrometeorologi. Gambar: Tangerangkota.go.id

MPN Indonesia 6 Februari 2025 - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperpanjang Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 11 Februari 2025.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Ubaidillah Anshar, menyatakan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang tinggi masih berpotensi menyebabkan dampak signifikan.

“Berdasarkan data BMKG, hingga saat ini curah hujan dengan segala dampaknya masih harus terus diwaspadai. Maka, harus diketahui bahwa Status Siaga Bencana Hidormeteorologi masih berlaku. Sehingga seluruh elemen diimbau untuk terus diwaspadai,” jelas Ubaidillah, pada Rabu (5/2).

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan kerja bakti serta membangun lubang biopori di permukiman padat penduduk guna memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir.

Upaya Pencegahan dan Koordinasi Penanganan

BPBD Kota Tangerang mengidentifikasi bahwa banjir yang terjadi sebelumnya di beberapa wilayah, termasuk sekitar Bandara Soekarno-Hatta, disebabkan oleh sistem drainase yang kurang optimal.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemkot Tangerang telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna melakukan normalisasi Kali Perancis.

“Kami telah bersurat secara resmi ke BNPB untuk melakukan intervensi terhadap normalisasi Kali Perancis. Namun, hingga saat ini masih menunggu tindak lanjut dari BNPB karena persoalan ini melibatkan koordinasi dengan pemerintah kota/kabupaten dan provinsi lainnya,” ujar Ubaidillah pada Rabu (5/2).

Ia menambahkan bahwa permasalahan dangkalnya outlet saluran pembuangan di Kali Perancis menjadi salah satu faktor yang perlu segera ditangani untuk mengurangi risiko banjir di wilayah terdampak.

Baca Juga:  Belum Makan 4 Hari, Warga Aceh Tamiang Bertahan Minum Air Banjir

Imbauan BPBD untuk Masyarakat

BPBD Kota Tangerang menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat harus tetap waspada selama Status Siaga Bencana Hidrometeorologi masih diberlakukan.

Selain banjir, masyarakat juga diingatkan terhadap potensi angin kencang yang dapat mengakibatkan kerusakan infrastruktur maupun pohon tumbang.

Sebagai langkah antisipasi, warga diharapkan untuk aktif dalam kegiatan kerja bakti serta memastikan sistem drainase di lingkungan masing-masing berfungsi dengan baik.

Pembuatan lubang biopori diharapkan dapat membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, sehingga dapat mengurangi risiko genangan maupun banjir.

Layanan Darurat BPBD Kota Tangerang

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait bencana hidrometeorologi atau kejadian darurat lainnya, BPBD Kota Tangerang menyediakan layanan darurat melalui call center 112 dan nomor piket 24 jam di Posko Mako BPBD Kota Tangerang, yaitu 021-5582-144.

Trending