Lifestyle
Khutbah Jumat Hari Ini 5 Desember 2025: Tabah dalam Menghadapi Bencana Alam
Khutbah Jumat 5 Desember membahas pentingnya sabar saat bencana serta menjaga lingkungan, terutama sungai, sesuai QS Al-Baqarah 155–157 dan Ar-Rum 41.
MPN Indonesia 5 Desember 2025 - Khutbah Jumat hari ini (5/12) mengangkat tema Tabah dalam Menghadapi Bencana sebagai respons atas rentetan bencana alam melanda Tanah Air akhir-akhir ini.
Tema ini dipilih untuk menjadi pengingat kepada jemaah tentang pentingnya kesabaran dan kesiapan dalam menghadapi musibah.
Dalam khutbah yang disampaikan, khatib menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an yang menekankan keutamaan bersabar ketika tertimpa musibah.
Termasuk di dalamnya QS. Al-Baqarah ayat 155–157 yang menyatakan bahwa Allah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, serta hadis yang menjelaskan bahwa musibah menjadi tanda kebaikan dari Allah kepada hamba-Nya.
Sementara itu, khutbah juga menyoroti aspek lingkungan hidup dengan menekankan pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.
Kerusakan alam, termasuk sungai, disebut dalam khutbah sebagai akibat dari perbuatan manusia dan menjadi penyebab bencana ekologis.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar-Rum ayat 41 dan QS. Al-Baqarah ayat 205.
Pentingnya Kesabaran dan Kepedulian Lingkungan
Pada khutbah pertama, disampaikan nas teks Arab sebagai berikut:
اَلْحَمْدُ لِلّٰه، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ
فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦)
أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧)
Khatib menjelaskan bahwa rahmat Allah terbagi dua: rahmat umum yang diberikan kepada seluruh makhluk tanpa pandang agama dan rahmat khusus yang hanya diperoleh oleh orang-orang beriman, sabar, dan rida terhadap takdir Allah.
Musibah yang menimpa seorang Muslim disebut sebagai bentuk penghapus dosa dan pengangkat derajat.
Dikutip dalam khutbah, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)
Artinya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya” (HR al-Bukhari).
Selain itu juga disebut hadis:
أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَحْمَدُ وَابْنُ حِبَّانَ)
Artinya: “Orang yang paling berat bala’ dan musibahnya adalah para nabi, lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka, seseorang diuji dengan bala’ sesuai dengan kadar kekuatannya memegang teguh agama.” (HR at-Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Hibban).
Kemudian, ditekankan pula pentingnya menjaga lingkungan, khususnya sungai. Dalam QS. Ar-Rum: 41 disebutkan:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.”
(QS. ar-Rūm: 41)
Dan dalam QS. Al-Baqarah: 205:
وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ
Artinya: “Apabila dia berpaling, dia berjalan di muka bumi untuk membuat kerusakan padanya, merusak tanaman dan hewan ternak. Dan Allah tidak menyukai kerusakan.”
(QS. al-Baqarah: 205)
Rasulullah SAW bersabda:
لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ
Artinya: Janganlah salah seorang di antara kalian kencing di air yang tergenang (tidak mengalir), kemudian ia mandi di dalamnya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Khutbah ini juga mengingatkan bahwa mencemari sungai tidak hanya merupakan pelanggaran terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap nilai-nilai moral dan spiritual Islam.
Doa dan Harapan Keselamatan
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Khutbah ditutup dengan doa agar umat Islam senantiasa dijauhkan dari segala bentuk bencana dan kerusakan, serta perlindungan terhadap sungai dan lingkungan dari pencemaran.
Permohonan agar hujan menjadi rahmat, bukan azab, juga disampaikan dalam khutbah tersebut.
Dengan demikian, khutbah Jumat kali ini menyampaikan dua pesan utama, yaitu pentingnya bersabar dalam menghadapi bencana dan menjaga lingkungan, terutama sungai, sebagai bentuk amanah dan ibadah.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
