Connect with us

Politik

Anggota DPR Diduga Sindir Donasi Rp10 M Ferry Irwandi: Cuma Nyumbang 10 Miliar, Negara sudah Triliun-triliunan

Endipat Wijaya kritik besarnya sorotan donasi Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatra, sementara bantuan pemerintah dinilai kurang terpublikasi.

Logompn

Published

on

Anggota dpr diduga sindir donasi rp10 m ferry irwandi cuma nyumbang 10 miliar, negara sudah triliun triliunan
Anggota DPR soal bantuan pemerintah untuk korban bencana Sumatra. Gambar: YouTube/TVR Parlemen

MPN Indonesia 9 Desember 2025 - Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, diduga menyoroti donasi Rp10 miliar dari Ferry Irwandi untuk korban bencana alam di Sumatra, yang dinilainya terlalu dibesar-besarkan di tengah minimnya ekspos terkait bantuan pemerintah.

Dalam rapat bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (8/12), Endipat menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana hingga triliunan rupiah untuk menangani bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara udah triliun-triliunan ke Aceh itu,” tegas Endipat dalam rapat tersebut, seperti yang dilihat MPN Indonesia melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (9/12).

Ia menyebutkan bahwa meskipun bantuan pemerintah jauh lebih besar, namun informasi mengenai kontribusi negara kurang tersampaikan secara luas ke masyarakat.

Endipat juga menyinggung pihak yang baru datang sekali ke lokasi bencana namun tampil seolah-olah paling bekerja.

“Ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah nggak ada. Padahal pemerintah udah bikin ratusan posko di sana,” lanjutnya.

Ia meminta Komdigi untuk aktif mengamplifikasi informasi agar masyarakat mengetahui peran pemerintah sejak awal penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatra.

Lemahnya Penyebaran Informasi terkait Upaya Pemerintah

Endipat menyoroti lemahnya penyebaran informasi terkait upaya pemerintah, termasuk kerja Kementerian Kehutanan dan Kepolisian dalam penanganan lingkungan dan rehabilitasi pascabencana.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian Kehutanan telah melakukan gerakan penanaman pohon secara besar-besaran, namun tidak banyak diketahui masyarakat.

“Tidak pernah sampai ke telinga teman-teman, sampai ke orang bawah. Sehingga selalu aja Kementerian Kehutanan itu dikuliti dan dimacam-macamin lah, Bu,” ujarnya.

Baca Juga:  Korban Bencana Aceh Kibarkan Bendera Putih, Harap Bantuan dari Luar Negeri

Selain itu, ia juga menyebut bahwa Kepolisian dan TNI AU telah aktif sejak awal bencana.

TNI AU disebut telah mengirimkan 4 hingga 5 pesawat ke lokasi terdampak pada hari pertama bencana terjadi.

“Angkatan Udara hari pertama langsung ada, 4-5 pesawat datang ke sana, tapi dibilang enggak pernah hadir,” ungkap Endipat.

Endipat menilai kurangnya penyebaran informasi ini sebagai kekalahan dalam sisi komunikasi publik.

Ia berharap Kementerian Komunikasi dan Digital dapat meningkatkan peran strategis dalam menyampaikan informasi-informasi penting agar tidak kalah viral dibandingkan aksi individu.

Aksi Ferry Irwandi Bantu Korban Bencana Sumatra

Sebelumnya, aksi penggalangan dana yang dipimpin oleh content creator Ferry Irwandi bersama tim relawan dan NGO berhasil mengumpulkan Rp10,3 miliar dalam waktu 24 jam melalui platform Kitabisa.

Donasi tersebut ditujukan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra, terutama di wilayah yang terisolasi dan minim bantuan.

Dalam proses distribusi, Ferry Irwandi membawa 2,6 ton bantuan logistik ke Medan dan menyalurkannya ke titik-titik seperti Tamiang dan Desa Tualang, Langkat.

Ia menekankan pentingnya menjangkau kelompok rentan, dengan membawa kebutuhan khusus seperti makanan bergizi siap saji, perlengkapan bayi, alat menyusui, pampers, pakaian dalam, dan pembalut.

“Fokus utama kita adalah titik-titik yang memang minim bantuan yang terisolasi,” ujar Ferry pada Kamis (4/12).

Ia juga menyoroti kelangkaan air bersih di beberapa lokasi dan menyatakan upaya pencarian alat filter dan terminal air bersih.

Tim Ferry mendapat dukungan logistik dari DitPolairud, yang mengangkut 2,5 ton bantuan, serta pengamanan dari Polda Sumatera Utara.

Ferry menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam penanganan bencana.

“Yang dibutuhkan adalah sinergi semua orang supaya sistem itu benar, semua terkoneksi, dan banyak yang terbantu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Penggunaan Uang Muka untuk Haji 2026 Resmi Disetujui DPR

Di akhir pernyataannya, Ferry Irwandi menyampaikan harapan agar pemerintah dapat bekerja secara lebih komprehensif.

“Enggak semua orang yang mengkritik pemerintah itu benci. Kadang, bentuk peduli yang paling tinggi itu kritikan,” kata Ferry, menekankan pentingnya masukan kritis dalam perbaikan sistem penanggulangan bencana.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending