Connect with us

Viral

Sambil Nangis, Ibu Korban Banjir di Aceh Cerita Anak dan Suami Hanyut di Depan Matanya

Seorang ibu penyintas banjir bandang di Aceh Utara menceritakan detik-detik kehilangan anak dan suaminya kepada Najwa Shihab.

Logompn

Published

on

Sambil nangis, ibu korban banjir di aceh cerita anak dan suami hanyut di depan matanya
Sambil Nangis, Ibu Korban Banjir di Aceh Cerita Anak dan Suami Hanyut di Depan Matanya. Gambar: YouTube/Najwa Shihab

Aceh, MPN Indonesia 11 Desember 2025 - Seorang ibu korban banjir bandang di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, menceritakan pengalaman traumatis kehilangan anak dan suaminya kepada jurnalis Najwa Shihab saat proses pendataan dan peninjauan lapangan berlangsung.

Peristiwa tersebut terjadi ketika banjir bandang menerjang permukiman warga.

Dalam pertemuan dengan Najwa Shihab, ibu tersebut menggambarkan bagaimana ia menyaksikan langsung anak dan suaminya terseret arus deras yang melanda kampung mereka.

Kronologi Kejadian

Ibu tersebut mengungkapkan bahwa air datang dengan sangat cepat, hingga tidak memberi waktu untuk menyelamatkan diri secara maksimal.

Saat itu, ia hanya mengenakan pakaian seadanya ketika berusaha menyelamatkan keluarganya.

“Depan mata saya anak saya hanyut. Dia bilang, ‘Umi, tolong ambil tangan saya’. Itu suara terakhirnya,” ungkap sang ibu, seperti dilihat MPN Indonesia melalui kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (11/12).

Ia menyatakan bahwa saat kejadian, ia harus memeluk erat anak perempuannya agar tidak ikut terseret arus. Sementara itu, suaminya turut hanyut dan belum ditemukan hingga saat ini.

Bertahan Hidup di Atas Pohon

Karena derasnya arus banjir, ibu tersebut bersama beberapa warga lainnya terpaksa naik ke atas pohon untuk menyelamatkan diri.

“Air sudah sampai sini,” ujarnya sambil menunjukkan tinggi dada.

“Saya peluk anak perempuan saya kuat-kuat. Hanya itu yang bisa saya lakukan.”

Mereka bertahan di atas pohon ceri selama hampir 9 jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.

Penemuan jenazah anak dan foto kenangan

Lima hari setelah kejadian, jenazah anaknya, Zaid Ali (9), ditemukan oleh warga di sebuah area persawahan yang cukup jauh dari lokasi rumah mereka.

Baca Juga:  Anak Purbaya Bongkar Penyebab Banjir-Longsor Sumatra: Hutan Ditebangin, Diganti Tambang

Meskipun kondisi tubuh sudah membengkak, jenazah masih bisa dikenali.

Sementara itu, sebuah foto kecil Zaid yang dibungkus plastik ditemukan utuh di sawah. Foto ini kini menjadi satu-satunya benda kenangan yang ia simpan.

“Inilah sisa saya. Ke mana pun saya pergi, saya bawa ini,” ucap sang ibu.

“Ini yang saya simpan. Ini tabungan saya di surga,” imbuhnya lirih.

Dampak banjir di wilayah Muara Batu

Kepala dusun setempat menyampaikan bahwa wilayah mereka dihuni oleh 230 kepala keluarga dengan total penduduk sekitar 756 orang.

Banjir bandang yang melanda menyebabkan 21 orang meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian hingga saat ini.

Selain menyebabkan korban jiwa, banjir juga merusak fasilitas umum. Warga mengeluhkan kondisi sanitasi yang buruk karena seluruh WC permanen rusak.

Ketiadaan toilet darurat menjadi perhatian utama, terutama mengingat banyaknya anak-anak yang terdampak.

“WC permanen rusak semua. Kami butuh toilet darurat karena banyak anak-anak,” kata seorang perangkat desa.

Pertemuan antara ibu korban dan Najwa Shihab menjadi salah satu gambaran nyata dari dampak kemanusiaan akibat bencana alam banjir bandang di Aceh Utara, yang meninggalkan duka mendalam bagi para penyintas.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending