Connect with us

Politik

Lukisan SBY Laku Rp311 Juta Dalam 10 Menit, Langsung Disumbangkan untuk Korban Bencana Sumatra

Lukisan berjudul God’s Day karya Susilo Bambang Yudhoyono terjual dengan nilai Rp311 juta dalam acara lelang Art For Humanity.

Logompn

Published

on

Lukisan sby laku rp311 juta dalam 10 menit, langsung disumbangkan untuk korban bencana sumatra
Lukisan SBY Laku Rp311 Juta Dalam 10 Menit, Langsung Disumbangkan untuk Korban Bencana Sumatra | Gambar: Instagram/@aniyudhoyono

MPN Indonesia 31 Desember 2025 - Lukisan berjudul God’s Day karya Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terjual dengan nilai Rp311 juta.

Lukisan yang dibuka dengan harga Rp100 juta itu langsung terjual dalam waktu sekitar 10 menit pada acara lelang Art For Humanity yang digelar Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Proses lelang lukisan God’s Day dimulai dengan harga pembuka Rp100 juta dan mengalami kenaikan cepat akibat antusiasme peserta.

Dua penawar saling menaikkan harga dari Rp200 juta, Rp250 juta, hingga akhirnya mencapai Rp311 juta.

Cerita di Balik Lukisan God’s Day Milik SBY

Lukisan yang digambar menggunakan medium oil on canvas itu menggambarkan suasana banjir bandang yang menyapu desa-desa.

Visual air berwarna kecokelatan mendominasi kanvas, merepresentasikan kondisi perkampungan yang terendam dan hanyut akibat derasnya aliran air.

SBY menjelaskan bahwa lukisan tersebut terinspirasi dari pengalamannya saat menangani bencana tsunami Aceh dan Nias pada 2004.

“There is a beautiful story. Dahulu saat Aceh dan Nias kena tsunami, saya juga lagi di Jayapura untuk mengunjungi korban bencana di sana. Saya memantau korban sekian sekian ribu, saya bilang harus segera ke Aceh dan di sana masih ada konflik GAM, nanti keamanan gimana, mendarat di mana. Saya bilang no, saya harus melihat langsung ke sana,” ucapnya di Teater Kecil, kompleks TIM, Jakarta Pusat, Selasa (23/12) malam.

Dalam ceritanya, ia kemudian berangkat bersama rombongan menggunakan pesawat kecil dan tiba di Aceh pada hari kedua setelah peristiwa tsunami.

Baca Juga:  Tak Ingin Dipublikasikan, Calvin Verdonk Diam-diam Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Kondisi yang disaksikannya saat itu menjadi pengalaman yang membekas dan memengaruhi proses kreatifnya dalam melukis.

“Semua porak poranda, jenazah di mana-mana. Hari berikutnya, saya di Banda Aceh bersama Bu Ani, ada dua orang anak laki-laki, keluarganya habis. Bu Ani memangku dan menangis, saya menahan air mata. Itu adalah puncak sebuah penderitaan, banyak orang yang menderita. Mereka hopeless gak ada masa depan,” sambungnya.

Menurut SBY, gambaran derasnya air yang mengalir dari perbukitan hingga menghanyutkan perkampungan kecil tersebut merepresentasikan tragedi kemanusiaan yang ia saksikan secara langsung. Pengalaman itu kemudian dituangkan ke dalam kanvas God’s Day.

“Saya lihat satu per satu, deras airnya dari atas sana. Tersanggah bukit, kampung yang gak besar hanyut. Ini tragedi, ini humanity. Insyaallah berapapun (harga lelang) saya lepas. Saya ikhlas berapapun,” pungkasnya.

Hasil Lelang Disumbangkan ke Wilayah Terdampak Bencana

Acara yang melibatkan lebih dari 20 seniman ini digelar untuk menggalang dana kemanusiaan bagi korban banjir di tiga wilayah Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Selain lukisan karya SBY, sejumlah karya seniman lain juga terjual dalam acara Art For Humanity.

Lukisan Just Masking, Not Hypocreating karya Muna Diannur Suria terjual dengan harga Rp35 juta, sementara Mengingat Lupa: Series #2 Mohammad Hatta karya Aan Arif Rahmanto laku Rp50 juta.

Seluruh hasil penjualan karya seni, termasuk karya SBY, dialokasikan untuk wilayah terdampak bencana alam di Sumatra.

(AKM/NID/RAD)

Trending