Connect with us

Viral

Viral! Bocah Perempuan di Sidoarjo Nekat Adang Kereta, KAI Langsung Temui Orang Tua

Dua anak perempuan terekam menghadang KA Commuter Jenggala di perlintasan Sidoarjo. KAI Daop 8 Surabaya turun tangan lakukan penelusuran dan edukasi.

Logompn

Published

on

Viral! bocah perempuan di sidoarjo nekat adang kereta, kai langsung temui orang tua
Viral! Bocah Perempuan di Sidoarjo Nekat Adang Kereta, KAI Langsung Temui Orang Tua. Gambar : Tangkapan Layar Instagram/@jawatimurpopuler

Jawa Timur, MPN Indonesia 4 Januari 2026 - Dua anak perempuan terekam kamera mengadang laju KA Commuter Jenggala di perlintasan JPL 9, Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 17.20 WIB.

Aksi tersebut viral di media sosial dan memicu respons cepat dari PT KAI Daop 8 Surabaya.

Peristiwa di daerah tersebut terjadi saat kedua anak diduga dalam perjalanan pulang dari mengaji dan menyeberangi rel ketika kereta melintas dari arah Sidoarjo menuju Mojokerto.

Salah satu anak kemudian kembali ke tengah lintasan sambil melambaikan tangan, meski jarak kereta sudah kurang dari 20 meter.

Kronologi Kejadian di Perlintasan JPL 9

Warga setempat bernama Ikhwan menyebut kejadian itu berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat itu, kedua anak menyeberang rel di tengah melintasnya KA Commuter Jenggala.

“Kejadiannya sekitar jam setengah enam sore. Kedua anak ini kayaknya pulang dari tempat ngaji, mereka berdua itu nyeberang rel pas waktu ada Komuter Jenggala lewat,” ujar Ikhwan saat dikonfirmasi, Jumat (2/1), dikutip MPN Indonesia dari Kompascom, Sabtu (3/1).

Salah satu anak yang diperkirakan berusia sekitar 12 tahun kembali ke rel dan melakukan gerakan seperti mengadang kereta sambil melambai.

Masinis langsung merespons dengan membunyikan klakson panjang.

Aksi tersebut sontak membuat warga sekitar berteriak meminta kedua anak segera menjauh dari perlintasan.

“Warga kemarin itu meneriaki kedua anak itu biar segera menjauh dari perlintasan. Untungnya kereta ini tidak terlalu laju seperti biasanya, terus masinisnya membunyikan klakson panjang,” terang Ikhwan.

Kereta yang melintas saat itu tidak dalam kecepatan tinggi sehingga tidak terjadi kecelakaan.

Baca Juga:  Pria Lansia Tewas Terbakar saat Padamkan Karhutla di Samarinda

Respons PT KAI dan Penelusuran Lokasi

Menindaklanjuti video berdurasi sekitar 25 detik yang viral, PT KAI Daop 8 Surabaya melakukan penelusuran ke lokasi dan menemui keluarga kedua anak tersebut.

“Kami sudah mendatangi orang tua kedua anak itu. Kami lakukan pendekatan secara humanis dan juga edukasi kepada orang tua sekaligus kepada kedua anak itu,” ucap Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono dalam keterangannya pada Jumat (2/1).

Ia menyampaikan bahwa edukasi juga diberikan kepada warga sekitar jalur kereta api untuk meningkatkan kesadaran keselamatan.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kejadian itu tidak hanya membahayakan warga, namun juga akan berimbas kepada perjalanan kereta,” katanya.

Dari hasil penelusuran, diketahui kedua anak perempuan tersebut merupakan kakak beradik yang tinggal di Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Keduanya mengenakan gamis biru tua dan maroon.

Lokasi kejadian berada di KM 31+½ jalur Sidoarjo menuju Tulangan.

“Hasil penelusuran anggota Polsek Tulangan bersama Polsuska PT KAI peristiwa itu berdekatan dengan JPL 9 yang berada di Desa Durungbedug Kecamatan Candi bukan di wilayah Kecamatan Tulangan,” jelas Kapolsek Tulangan AKP Rizki Arif P saat dikonfirmasi pada Jumat (2/1), dikutip dari detikJatim pada Sabtu (3/1).

Edukasi dan Komitmen Orang Tua

Mahendro menegaskan bahwa PT KAI memandang insiden ini sebagai kejadian serius karena menyangkut keselamatan banyak pihak.

“Kami menganggap kejadian tersebut hal yang serius. Bukan hanya keselamatan anak tersebut, namun juga perjalanan kereta api dan penumpang,” ungkap Mahendro.

Ia menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan karena ketidaktahuan dan faktor usia anak yang masih sekitar 12 tahun.

“Karena masih anak-anak, sekitar 12 tahun, kami simpulkan ini murni iseng. Mereka belum memahami risiko dan bahaya dari perbuatannya,” tambahnya.

Baca Juga:  Viral! Ibu-Ibu Ini Diduga Iri Tetangga Punya Mobil Baru, Portal Ditutup dan Kuncinya Dibuang

PT KAI juga menyampaikan bahwa orang tua kedua anak telah mengakui kesalahan dan memberikan komitmen secara lisan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Orang tua mengakui perbuatan anaknya salah. Tidak ada perjanjian tertulis, hanya komitmen lisan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang,” tutur Mahendro.

Sebagai langkah pencegahan, PT KAI menggandeng tokoh masyarakat untuk melakukan sosialisasi keselamatan perkeretaapian di sekitar perlintasan.

“Kami imbau warga di sekitar jalur rel agar memperhatikan jalur keselamatan dan tidak main di rel yang bisa membahayakan,” pungkas Mahendro.

(AKM/NID/RAD)

Trending