Connect with us

Internasional

Netanyahu Puji Trump usai Tangkap Nicolas Maduro: Aksi yang Brilian!

PM Israel Benjamin Netanyahu memuji Presiden AS Donald Trump atas operasi militer di Caracas yang berujung penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya.

Logompn

Published

on

Netanyahu puji trump usai tangkap nicolas maduro aksi yang brilian!
Potret Kedakatan Presiden AS, Donald Trump dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu. Gambar : Reuters/Evan Vucci

MPN Indonesia 6 Januari 2026 - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memuji Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atas keberhasilan operasi militer yang dilakukan pada Sabtu malam (3/1) di Caracas, Venezuela.

Operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Netanyahu menyebut tindakan tersebut sebagai kepemimpinan yang berani dan bersejarah dalam membela nilai kebebasan dan keadilan, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada pasukan Amerika Serikat yang menjalankan operasi.

“Selamat, Presiden Donald Trump atas kepemimpinan Anda yang berani dan bersejarah demi kebebasan dan keadilan. Saya salut atas tekad Anda yang tegas dan tindakan brilian dari para prajurit pemberani Anda,” tulis Netanyahu dalam unggahan di platform X pribadinya @netanyahu pada Minggu (4/1), dikutip MPN Indonesia pada Selasa (6/1).

Operasi tersebut dilakukan oleh pasukan khusus Amerika Serikat yang menyasar sejumlah target militer di dan sekitar Caracas.

Aksi ini menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah ibu kota sebelum pasukan AS menangkap Maduro dan Cilia Flores dari sebuah kompleks dengan penjagaan ketat.

Keduanya kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi tuduhan terkait terorisme narkoba.

Dukungan Israel terhadap Tindakan AS

Presiden Israel Isaac Herzog turut menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah Amerika Serikat.

Ia menyebut Donald Trump sebagai pemimpin dalam pertempuran global melawan rezim brutal dan perdagangan narkoba.

“Terima kasih kepada Presiden Trump karena memimpin pertempuran global yang krusial melawan rezim-rezim brutal, jahat, dan destabilisasi, serta melawan bahaya perdagangan narkoba,” ujar Herzog, dikutip dari The Jewish Chronicle.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar juga menyampaikan pernyataan resmi dengan menyebut Amerika Serikat telah bertindak sebagai pemimpin dunia bebas.

Baca Juga:  Israel Resmi Gabung Dewan Perdamain Gaza Bentukan Trump

Ia berharap penangkapan Maduro menjadi pintu masuk bagi kembalinya Venezuela ke jalur pemerintahan demokratis.

“Pada momen bersejarah ini, Israel berdiri bersama rakyat Venezuela yang mencintai kebebasan, yang telah menderita di bawah tirani ilegal Maduro,” jelas Gideon.

Pemerintah Israel menyatakan menyambut baik penggulingan pemimpin yang disebut menjalankan jaringan narkoba dan teror, serta berharap demokrasi dan hubungan antarnegara dapat terjalin kembali.

Kronologi Operasi dan Pernyataan Trump

Presiden Donald Trump memantau langsung jalannya operasi dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.

Dalam wawancara dengan Fox News, Donald Trump menggambarkan operasi tersebut sebagai tayangan langsung yang berlangsung cepat dan intens.

“Maksud saya, saya menontonnya, secara harfiah, seperti sedang menonton acara televisi. Jika Anda melihat kecepatannya, kekerasannya, kami menyaksikan setiap aspeknya,” jelas Donald Trump.

Ia menjelaskan bahwa Maduro diamankan dari sebuah benteng dengan penjagaan sangat ketat.

Donald Trump memuji akurasi pasukan AS yang mampu menembus pintu baja dalam hitungan detik dan menyebut misi tersebut sebagai “operasi yang brilian.”

Usai penangkapan, Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan sementara mengelola Venezuela untuk memastikan transisi kekuasaan berjalan aman dan tepat, dengan melibatkan pejabat senior AS dalam proses tersebut.

Dampak Politik dan Ekonomi Pascapenangkapan

Setelah penangkapan Maduro, Donald Trump mengumumkan rencana Amerika Serikat untuk mengambil alih cadangan minyak Venezuela dan mendorong perusahaan-perusahaan AS berinvestasi besar-besaran guna membangun kembali industri minyak negara tersebut.

Berdasarkan data Badan Informasi Energi AS yang dikutip CNN, Venezuela memiliki sekitar 303 miliar barel minyak mentah, atau sekitar seperlima dari cadangan minyak global.

Maduro kini ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan, Brooklyn, dan akan menghadapi dakwaan terkait narkotika dan senjata di pengadilan federal Manhattan.

Baca Juga:  NATO Eropa Ketar-Ketir, Takut Donald Trump Hentikan Dukungan Senjata

Meski demikian, Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez menegaskan bahwa Maduro tetap merupakan satu-satunya presiden sah Venezuela dan menuntut pembebasannya.

“Maduro adalah satu-satunya presiden Venezuela,” ungkap Rodríguez dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah VTV pada Minggu (4/1).

Di sisi lain, pemimpin oposisi María Corina Machado menyambut penangkapan tersebut dan menyerukan agar kandidat oposisi Edmundo González Urrutia segera mengambil alih kursi kepresidenan.

Machado diketahui menerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025 atas perjuangannya memperjuangkan demokrasi di Venezuela.

Latar Belakang Hubungan Israel-Venezuela

Venezuela memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sejak 2009 menyusul operasi militer Israel di Gaza.

Namun, penangkapan Nicolás Maduro dan dukungan terbuka pemerintah Israel terhadap operasi Amerika Serikat membuka kemungkinan perubahan dinamika hubungan kedua negara ke depan.

(ADN/NID/RAD)

Trending