Internasional
NATO Eropa Ketar-Ketir, Takut Donald Trump Hentikan Dukungan Senjata
Pejabat dari negara anggota Uni Eropa (UE) khawatir Donald Trump hentikan dukungan militer untuk NATO.
MPN Indonesia 2 April 2025 - Pejabat dari negara-negara anggota Uni Eropa (UE) menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan dukungan militer bagi sekutu NATO.
Kekhawatiran ini diungkap oleh Washington Post dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui permasalahan tersebut.
Hubungan AS-UE Tak Baik-Baik Saja
Amerika Serikat saat ini menyumbang hampir dua pertiga dari total impor senjata di Eropa, termasuk sistem persenjataan yang dioperasikan dan dirawat oleh personel Amerika.
Kekhawatiran penghentian dukungan AS terhadap Nato mencuat seiring meningkatnya ketegangan hubungan antara AS dan UE.
Alat pertahanan seperti rudal, pesawat pengintai, drone, dan jet tempur Amerika bisa tidak dioperasikan jika Washington memutuskan untuk menghentikan akses terhadap suku cadang, perangkat lunak, atau data yang mendukung operasional sistem tersebut.
Persiapan Negara UE
Seorang pejabat Uni Eropa mengungkapkan bahwa meskipun Donald Trump tidak bisa secara langsung menonaktifkan sistem persenjataan, terdapat kerentanan pada aspek ketergantungan, terutama dalam bidang intelijen dan komunikasi.
“Presiden Trump tidak bisa begitu saja menekan tombol dan semua pesawat akan jatuh dari langit,” kata seorang pejabat Uni Eropa dikutip MPN Indonesia dari Washington Post.
Sejumlah negara anggota kini sedang melakukan evaluasi ulang terhadap konfigurasi persenjataan mereka untuk mengukur potensi dampak jika dukungan dari Amerika Serikat benar-benar dihentikan.
Imbauan dari Berbagai Pemimpin
Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mendorong negara-negara Eropa untuk menghentikan pembelian senjata dari Amerika Serikat.
Ia menilai upaya mempersenjatai kembali Eropa menjadi tidak efektif jika negara-negara anggota masih terus bergantung pada pemasok dari luar kawasan.
Ketua Komite Pertahanan Denmark, Rasmus Jarlov, menyatakan penyesalannya atas keputusan Kopenhagen membeli pesawat tempur siluman F-35 buatan Amerika.
Ia menyebut pesawat tersebut sebagai “risiko keamanan yang tidak dapat kita tangani”, sambil memperingatkan bahwa sistem senjata dapat dinonaktifkan jika Denmark menolak tuntutan AS, seperti isu penyerahan Greenland kepada Washington.
Dalam konteks yang sama, Portugal telah membatalkan rencana pembelian F-35 dengan menyebutkan pertimbangan terhadap “konteks geopolitik” yang sedang berlangsung.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
