Connect with us

Viral

Banjir dan Longsor Terjang Donggala Sulteng, 200 Warga Terisolir

Banjir dan longsor melanda Donggala, Sulawesi Tengah, mengisolir 200 warga Dusun Sisere. Akses jalan terputus, listrik padam, dan sejumlah desa terdampak.

Logompn

Published

on

Banjir dan longsor terjang donggala sulteng, 200 warga terisolir
Banjir dan Longsor Terjang Donggala Sulteng, 200 Warga Terisolir. Gambar : Kolase Tangkapan Layar X/@WeatherMonitors

Sulawesi Tengah, MPN Indonesia 13 Januari 2026 - Banjir dan longsor melanda Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Minggu (11/1).

Bencana alam ini menyebabkan sekitar 200 warga Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, terisolir akibat tertutupnya akses jalan dan terputusnya aliran listrik.

Akses menuju Dusun Sisere saat ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki karena longsor terjadi di banyak titik sepanjang jalur penghubung.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh, sementara aliran listrik hingga kini belum kembali menyala.

Longsor Tutup Akses Jalan ke Dusun Sisere

Feriyanto, warga Dusun Sisere, membenarkan bahwa longsor terjadi di sejumlah titik dan membuat jalur utama tidak bisa dilalui kendaraan.

“Iya benar, saat ini jalan menuju ke dusun kami (Dusun Sisere) hanya bisa jalan kaki, karena banyak titik longsor yang terjadi,” ujar Feriyanto kepada wartawan, Minggu (11/1), dikutip MPN Indonesia dari detikSulsel pada Selasa (13/1).

Ia juga menyampaikan bahwa jumlah warga di dusun tersebut sekitar 200 jiwa dan sebagian wilayah benar-benar terisolir.

“Jumlah warga di Dusun Sisere sekitar 200 jiwa dan saat ini sebagian wilayah benar-benar terisolir,” katanya.

Selain memutus akses, longsor juga menimbun belasan sepeda motor serta satu unit rumah warga.

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Tiga Kecamatan Terdampak Banjir dan Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat sedikitnya tiga kecamatan terdampak bencana, yakni Tanantovea, Labuan, dan Sindue.

Di Kecamatan Labuan, banjir merendam Desa Labuan Kungguma dan Desa Labuan Lumbubaka.

Baca Juga:  Jembatan Kembar Silaiang Diterjang Banjir-Longsor, Akses Padang Panjang-Bukittinggi Tertutup

Luapan sungai menyebabkan jembatan penghubung antara Desa Labuan Kungguma dan Wani 3 terputus, sehingga akses antarwilayah terganggu.

Sementara itu, di Kecamatan Tanantovea, banjir melanda Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo.

Dampaknya, tiga unit rumah di Desa Wani 1 hanyut terbawa arus. Jembatan penghubung antara Desa Wani 3 dan Desa Labuan Kungguma juga dilaporkan terputus akibat terjangan banjir.

Banjir Mendadak Rendam Permukiman Warga

Banjir besar secara mendadak juga terjadi di Desa Wani Lumbumpetigo pada Minggu (11/1).

Air kiriman dari wilayah hulu yang diperparah oleh buruknya saluran drainase membuat air meluap dengan cepat ke kawasan permukiman.

Arus deras merendam rumah warga dan menghanyutkan sebuah jembatan penghubung, sehingga memperparah gangguan akses antarwilayah.

Selain wilayah tersebut, sembilan desa lainnya turut terdampak banjir besar, yaitu Pantolobete, Lalundu Dusun 1, Rio Mukti, Panca Mukti, Bonemarawa, Mbulawa, Ngovi, Pakava, dan Polanto Jaya Dusun 4.

Di Desa Lalundu, banjir terjadi sekitar pukul 10.11 WITA dan melumpuhkan jalan poros utama, sehingga aktivitas warga terhenti.

Aktivitas Warga Terganggu, Akses Jalan Lumpuh

Hingga saat ini, belum ada laporan warga yang mengungsi. Namun, banjir dan longsor menyebabkan gangguan besar terhadap aktivitas masyarakat.

Akses jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sehingga menghambat mobilitas warga untuk bekerja, bersekolah, serta memenuhi kebutuhan pokok.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa banjir telah berdampak signifikan terhadap kehidupan warga.

Aparat bersama masyarakat terus memantau kondisi di lapangan dan berupaya memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak bencana.

(AKM/NID/RAD)

Trending