Connect with us

Berita

Jelang Ramadan, Kemenag Kebut Renovasi Masjid Rusak Pascabencana Sumatra-Aceh

Kemenag mempercepat pemulihan masjid dan fasilitas ibadah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara jelang Ramadan agar layanan keagamaan tetap berjalan.

Logompn

Published

on

Jelang ramadan, kemenag kebut perbaiki masjid rusak pascabencana sumatra aceh
Jelang Ramadan, Kemenag Kebut Renovasi Masjid Rusak Pascabencana Sumatra-Aceh. Gambar: Dok. Kemenag RI.

Aceh, MPN Indonesia 16 Januari 2026 - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Bimas Islam) mempercepat pemulihan masjid dan fasilitas ibadah yang rusak akibat bencana alam, seperti banjir bandang dan longsor, di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Keputusan ini dilakukan menjelang bulan suci Ramadan untuk memastikan hak beribadah masyarakat tetap terpenuhi.

Pemulihan dilaksanakan melalui perbaikan fisik masjid, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, penyediaan perlengkapan ibadah, serta layanan keagamaan dasar di wilayah terdampak bencana.

Pada Kamis (15/1), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa percepatan infrastruktur masjid dan musala menjadi kebutuhan mendesak.

“Percepatan infrastruktur di masjid-masjid yang rusak, ya, musala dan lain-lain. Kemudian, bantuan untuk perlengkapan ibadah. Jadi, sekali lagi, menjelang bulan Ramadan apalagi, ini menjadi sangat mendesak,” ujarnya dalam rakor Satgas di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/1).

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menambahkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga spiritual.

“Penanganan pascabencana harus menyentuh aspek fisik dan spiritual secara simultan. Masjid, KUA, madrasah, dan ruang-ruang keagamaan lainnya perlu segera dipulihkan agar tetap berfungsi sebagai pusat layanan umat, terlebih menjelang Ramadan. Layanan keagamaan tidak boleh terhenti,” kata Abu Rokhmad saat meninjau lokasi terdampak di Aceh pada Rabu (14/1).

Fasilitas Ibadah Dipulihkan di Tiga Provinsi

Di Aceh, Abu Rokhmad melakukan peninjauan langsung ke Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara.

Ia memantau posko kemanusiaan, masjid, KUA, dan madrasah, serta berdialog dengan warga dan penyuluh agama untuk memetakan kebutuhan mendesak.

Baca Juga:  Pemerintah Pangkas Anggaran MBG Rp67 Triliun

Kemenag bersama BAZNAS, LAZ, dan perguruan tinggi menyediakan air bersih, dapur umum, MCK darurat, serta perlengkapan ibadah seperti alat salat, Al-Qur’an, mukena, dan sarung.

Kegiatan gotong royong dan pembersihan masjid menggunakan alat berat juga dilakukan.

Di Pidie Jaya, posko BAZNAS menyediakan air bersih dan MCK darurat serta mendukung pemulihan meunasah yang terdampak banjir.

Di Kabupaten Bireuen, Kemenag menyalurkan bantuan beras, membangun sumur bor, dan mengoperasikan dapur umum yang melayani puluhan hingga ratusan keluarga.

Untuk pendidikan keagamaan, Kemenag memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan di MIN 4 Pidie Jaya yang telah direnovasi dan dilengkapi ruang belajar sementara.

“Madrasah harus tetap menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak,” ujar Abu.

Selain pemulihan fisik, Kemenag juga memfasilitasi kegiatan pengajian, pembagian Al-Qur’an dan Iqra, serta trauma healing.

Fasilitas pendukung seperti tandon air, filter air minum, dan perangkat suara disiapkan untuk memastikan kelancaran aktivitas ibadah.

Bantuan Disalurkan ke Sumatra Barat dan Sumatra Utara

Pada Senin (12/1), bantuan pascabencana senilai Rp1,075 miliar disalurkan Kemenag di Padang, Sumatra Barat.

Bantuan berasal dari anggaran Kementerian Agama dan dukungan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), mencakup rehabilitasi KUA terdampak di tiga titik, bantuan meubelair melalui skema SBSN, dan santunan bagi penghulu, tokoh agama, dan majelis taklim.

“Kehadiran kami selain memberikan bantuan, juga ingin memastikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya keagamaan, tidak terhenti,” ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi.

Di Sumatra Utara, bantuan senilai Rp1,25 miliar disalurkan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam kepada lembaga keagamaan seperti majelis taklim, organisasi kemasyarakatan Islam, yayasan, dan para tokoh agama.

Selain itu, dana sebesar Rp750 juta dialokasikan untuk rehabilitasi masjid dan musala dengan nilai Rp50 juta per unit.

Baca Juga:  KA Ciremai Terjebak Longsor di Bandung Barat, Ratusan Penumpang Dievakuasi

Penyerahan bantuan dilakukan di Masjid Nurul Qomar, Langkat, pada Selasa (13/1).

“Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat pemulihan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan, sekaligus menguatkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemenag pada Jumat (16/1).

(AKM/NID/RAD)

Trending