Berita
Nestlé Indonesia Buka Suara terkait Produk Susu Formula, Tegaskan Produk Aman Dikonsumsi
Nestlé Indonesia memastikan seluruh produk susu formula yang diproduksi dan dijual di Indonesia aman dan tidak terdampak isu toksin cereulide.
MPN Indonesia 16 Januari 2026 - PT Nestlé Indonesia menyatakan bahwa seluruh produk yang diproduksi di dalam negeri, termasuk susu formula bayi aman untuk dikonsumsi dan tidak terdampak isu kontaminasi toksin cereulide yang memicu penarikan produk secara global.
Pernyataan ini disampaikan menyusul pemberitaan terkait penarikan beberapa batch susu formula bayi produksi Nestlé Suisse SA di 49 negara akibat potensi cemaran toksin cereulide.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk klarifikasi terhadap kekhawatiran publik sejak Rabu (14/1).
Perusahaan menegaskan bahwa fasilitas produksi di Indonesia tidak terlibat dalam produksi batch yang terindikasi terdampak.
Nestlé Indonesia juga memastikan bahwa produk susu formula yang diimpor ke Indonesia tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu berdasarkan standar nasional dan internasional.
“Nestlé Indonesia menegaskan fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu ini, dan seluruh produk yang diproduksi di Indonesia tetap aman untuk dikonsumsi. Selain itu, produk impor yang dijual oleh Nestlé Indonesia tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, baik sesuai standar nasional maupun internasional. Hal ini juga telah dikonfirmasi melalui pengujian yang komprehensif,” tulis pernyataan Nestlé di unggahan Instagramnya @nestle_indonesia pada Kamis (15/1), dikutip MPN Indonesia pada Jumat (16/1).
Akan tetapi, sebagai langkah kehati-hatian dan sejalan dengan pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Nestlé Indonesia telah menghentikan sementara impor dua batch produk susu formula bayi impor dari Swiss yang berpotensi terdampak, serta menarik produk tersebut secara sukarela di bawah pengawasan BPOM.
Dua Batch Impor Berpotensi Terdampak
Nestlé Indonesia mengidentifikasi dua batch produk Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan yang berpotensi terdampak, yaitu sebagai berikut:
- Batch nomor 51530017C2
- Batch nomor 51540017A1
Nestlé Indonesia menjelaskan bahwa kedua batch telah diuji menggunakan metode paling akurat dan hasilnya menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi.
“Kedua batch ini telah diuji menggunakan metode pengujian paling akurat, dan hasilnya memastikan bahwa cereulide tidak terdeteksi,” tertulis dalam pernyataan resmi Nestlé Indonesia.
Tindakan Pengawasan BPOM
BPOM mengambil langkah pencegahan dengan menginstruksikan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan importasi dua batch produk tersebut.
Tindakan ini merupakan respons terhadap notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) mengenai potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu.
“Berdasarkan penelusuran terhadap data importasi BPOM, dua bets produk susu formula terdampak tersebut diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian terhadap sampel produk dari dua bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg),” tulis pernyataan BPOM.
BPOM tetap menekankan prinsip kehati-hatian karena produk susu formula tersebut ditujukan untuk kelompok rentan, yakni bayi.
Oleh karena itu, distribusi dan importasi dua batch tersebut dihentikan meskipun hasil pengujian menunjukkan tidak adanya cemaran.
Langkah Komunikasi dan Layanan Konsumen
Nestlé Indonesia mengimbau konsumen yang memiliki produk dari batch 51530017C2 dan 51540017A1 untuk segera menghubungi layanan konsumen berikut:
- Telepon: 0800 182 1028
- Email: [email protected]
Perusahaan juga menyampaikan bahwa tidak ada produk lain dari Nestlé Indonesia maupun Wyeth lainnya yang terdampak oleh isu ini.
“Nestlé Indonesia meyakinkan konsumen bahwa tidak ada produk yang dipasarkan Nestlé Indonesia atau Wyeth lainnya, maupun batch lain dari produk yang ditarik, yang terdampak oleh isu ini,” tegas Nestlé.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
